• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Hanya bermodal niat untuk menjadikan diri ini bermanfaat, maka aku dedikasikan sisa waktu luangku di rumah untuk kalian.

Sepulang kerja pasti capek yang dirasa, tapi ketika aku memulai memasuki gang Gotong Royong dan bertepatan kalian melihat kedatanganku pasti kalian akan berrebut untuk bersalaman denganku. Aaaaahhh, rasa capek ini luruh sesaat. Kalian menanti kedatanganku untuk sekedar menemani belajar dan mengerjakan PR. 

Tsalis (kelas 3 SD)  yang merupakan keponakanku bersama teman-temannya di sekitaran gang, ada Zahwa (kelas 2 SD), Vio (kelas 5 SD), Azkia (kelas 3 SD) dan Tata (masih TK B) serta si kecil Shafa yang sudah PAUD lho, setiap malam (jika aku ada di rumah) maka akan berkumpul belajar bersama. 



Aku bukanlah seorang guru, bukan pula seorang yang kaya ilmu. Hanya ingin menjadi teman untuk mendampingi kalian belajar. Maaf, jika suka emosi saat memberi penjelasan. Ini efek dari capek dan beragamnya tingkatan kelas kalian.(karena sesungguhnya aku masih harus banyak belajar juga seperti kalian.


Hayooo, yang lain pada kemana nih. Yang belajar pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 cuma Azkia, Zahwa dan Vio. Yang masih absen tetep rajin belajar ya di rumah masing-masing!

Dan kegiatan di hari Sabtu-Minggu pagi adalah olahraga bersama di lapangan depan masjid Baitus Salam Pasar Minggu. Dimulai dari jalan santai, lari, senam, main raket dan bersepeda. Dan inilah wajah-wajah anak sehat yang semangat berolahraga,




Mungkin karena kelelahan, si kecil Shafa tidak mau lagi di ajak lomba lari, tapi malah konser tunggal di tengah lapangan. Dan inilah aksinya, cekidot...



Dan sebagai hadiah bagi adik-adik yang sudah rajin berlajar, aku jadikan sebagai poto model saat ada proyek pembuatan video ucapan selamat ulang tahun untuk sahabat,

Adik-adikku, terima kasih telah mewarnai hari-hariku, sudah memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu. Tetap semangat belajar, jadilah JUARA

Jadilah Juara, Adikku
Bismillah, setelah lama hengkang dari memposting di blog catatan harian, akhirnya menyempatkan untuk ketak-ketik di blog lagi. Kalau begini terus bisa-bisa nama blog nya berganti nama menjadi catatan bulanan. Heee … Tapi, bulan September nihil. Dan di akhir Oktober ini aku ingin bercerita,

Selama bulan September sampai akhir Oktober ini , aku masih meyesuaikan dengan pekerjaan baruku di Seksi Data dan Potensi. Bayangkan saja, dasar perpajakan saja belum mengerti apalagi disuruh mengolah data. Tapi, karena aku yang sebut saja berjiwa pembelajar (meski agak lemot untuk sampai tahap memahami) aku senang dengan pekerjaan baruku sekarang. Aku senang banyak belajar dan aku juga senang dengan teman-teman yang banyak mengajariku. Juga kasi dapot dan kabid duktekkon yang sangat baik dalam memberi arahan padaku.

Meskipun aku tidak menulis di blog, tapi kemampuan menulisku kini terasah (berharap) dengan pekerjaan membuat konsep surat dan notula (meski harus bolak-balik revisi). Selain itu aku juga berusaha untuk menuliskan kembali materi pengajian yang disampaikan ustadzah ke blog milik kelompok pengajian kami.

Hari ini mencoba untuk kembali eksis ngeblog, karena (menganggap) pekerjaanku sudah selesai sambil mengisi 30 menit sebelum jam pulang kantor. Besok adalah tanggal 30 Oktober yang diperingati sebagai hari oeang. Tapi, aku belum mendengar kabar apakah besok ada upacara atau tidak di kantorku. Upacara hanyalah ceremonial, yang terpenting adalah doa :
“mudahkanlah usaha dan urusan para pemimpin kami, dan dengan semangat baru, kita akan selaraskan gerak kerja Kementerian Keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, sehingga terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia” (dikutip dari doa  Hari Oeang Republik Indonesia ke-68 Tahun 2014 sesuai surat edaran Nomor SE-39/SJ/2014)

Oya, tanggal 30 Oktober 2014 juga merupakan hari terakhir yang diberikan oleh DJP untuk menentukan 5 pilihan kota. Dan inilah pilihanku:




 Pilihan 1 dan ke 2 menandakan kalau aku masih ingin menjadi anak rantau. Pilihan ke-3 adalah kampung halamanku (masih selalu ingin pulang, tapi belum menjadi prioritas saat ini). Pilihan ke-4 adalah kota kelahiranku. Seandainya pilihan ke-4 menjadi takdirku, akan kujadikan sebagai sarana untuk merajut tali silaturrahim dengan keluarga dari pihak bapakku. dan pilihan kota ke-5 adalah Jogja yang masih memikat hatiku.

Demikian postingan hari ini,


--- 5 menit menjelang jam pulang kantor -----

29 Oktober 2014

 Jauh sebelum masuk instansi tempatku mengbdi saat ini, aku sudah tahu kalau kantor ini wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Indonesia dan kantornya tersebar sampai pelosok negeri ini. Dan sebelum resmi diterima di instansi ini aku juga sudah menandatangani surat pernyataan yang isinya bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia. Namun, setiap ada isu mutasi, penempatan bagi pegawai baru selalu membuat dag dig dug dada ini.

15 Januari 2014,
Hari pertama aktif dengan penempatan di Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan dan berstatus sebagai Pegawai Magang. Masih bersyukur karena penempatan masih di wilayah Kantor Pusat di Jakarta, sesuai harapan. Dan tempat magang itu sesuai dengan background pendidikanku. Disini aku termotivasi untuk belajar lebih dalam lagi di dunia IT.
Tim OJT Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan 2014


8 Juli 2014,
Keluarlah SK Penempatan Definitif bagi pegawai baru. Dan aku ditempatkan di Kantor Wilayah Jakarta Khusus. Masih bersyukur juga karena lokasinya masih di wilayah Kantor Pusat. Meski harapannya bisa menetap di tempat magang(hee).

4 Agustus 2014,
Mulai aktif di kantor baru, Kanwil Jaksus. Ditempatkan di Bagian Kepegawaian dan spesifik tugasnya adalah mengurus DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) Pejabat Fungsional. Sempet berpikir juga, bahwa penempatanku kali ini jauh dari background pendidikanku. Tapi aku mengambil hikmah dari penempatan ini. Aku yang masih awam tentang kepegawaian dan seputaran PNS, dituntut untuk belajar di tempat ini. Seminggu di Bagian Kepegawaian, sudah mendapat tugas Add-Hock membuat aplikasi DUPAK bersama rekan kerja yang baru penempatan juga dan dengan background pendidikan IT. Baiklah, ilmu komputerku masih bisa diasah disini. Baru tiga hari mulai mengkonsep aplikasi DUPAK berbasis web ini, sudah diminta untuk membuat sistem monitoring di Bagian P2Humas. Dan masih menerima “order” juga untuk mendesain cover buku, mengedit film. Kata rekan kerjaku menyebut pekerjaan kami sebagai “IT serabutan”.
"Tujuh Bidadari" Kanwil Jakarta Khusus Angkatan 2014


26 Agustus 2014,
Belum genap satu bulan di tempat yang baru, pekerjaan baru dan orang-orang yang baru, terbitlah SK Penemptan bagi pegawai di Kanwil Jakarta Khusus. Dan aku terlibat dalam pola mutasi ini. Aku  ditempatkan di Seksi Data dan Potensi, Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi. Seperti kembali ke “habitat asal” bagi pegawai yang menyandang gelar Sarjana Komputer. Namu, aku belum bisa aktif di tempat baruku karena masih ditangguhkan di Bagian Kepegawaian untuk menyelesaikan aplikasi DUPAK.

Dimana pun tempat bekerja, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik. Dan scenario Allah pasti lebih indah daripada angan-angan dan harapan hambanya.


Pola Mutasi
9 Agustus 2014,

Hari ini jadwalnya untuk melakukan check up ke dokter Rahamdi Iwan Guntoro,Sp.P di Poli Paru RS. Haji Jakarta. Aku selalu senang saat berkonsultasi dengan beliau. Dokter yang baik dan sangat ke-bapak-an. Setiap pasien yang memasuki ruang prakteknyaselalu disambut dengan hangat. Suaranya yang khas, “Monggo, Mbak Arum Anggraeni. Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiayamakum, minal ‘aidzin wal fidzin”. Ini sambutan hari pertama bertemu di bulan Syawal.

Setelah melakukan pemeriksaan, beliau bertanya tentang keluhanku. Aku pun menjawab tidak ada keluhan. Tapi sayang rasanya jika waktu berkunjungku terbuang sia-sia jika tidak mendengar petuahnya. (Lagian aku kan sudah bayar mahal biaya konsultasinya). Aku pun bertanya soal tips mejaga kesehatan. Beginilah penjelasan dokter kepadaku selaku pasien,

Jangan pernah berpikir bahwa saat ini sedang terkena infeksi paru-paru. Ini hanya masalah imunitas yang perlu ditingkatkan. (Dari bahasanya telah men-sugesti pasien bahwa kondisinya tidak sakit parah). Faktor yang mempengaruhi imunitas ada empat yaitu makan, tidur, aktivitas dan pikiran.

Tentang makan yang harus diperhatikan adalah makan yang teratur, jangan pernah telat makan, gizi harus seimbang, sesuai takaran/ukuran. Jika aktivitas kita banyak maka makan kita juga harus banyak makan. Setiap aktivitas itu membutuhkan kalori. Jadi harus seimbang antara aktivitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Dokter juga mejelaskan bahwa kita itu sebenernya adalah herbivora. Jadi perbanyak makan sayur dan buah. Untuk daging itu hanya sebagai pelengkap jadi jangan kebanyakan.

Untuk masalah tidur harus cukup, 8 jam sehari. Kalau diibaratkan hewan,manusia itu adalah binatang siang bukan seperti kelelawar yang termasuk binatang malam. Walaupun manusia berusaha menghilangkan kantuk dengan minum kopi dan sebagainya, tetap saja tubuh kita butuh istirahat. Jadi, malam gunakan untuk istirahat. Tidur yang cukup.

Aktivitas, jangan ngoyo. Jangan memaksa tubuh kita untuk beraktivitas melebihi kemampuan kita. Tubuh butuh hak untuk istirahat. Jika memang sudah merasa lelah, minimal istirahat 15 menit untuk merefresh tubuh kita lalu lanjutkan kembali aktivitas.

Pikiran. Dua aktivitas yang membuat pikiran kita tenang adalah ibadah dan olahraga. Ibadah memberikan ketenangan di hati dan mendekatkan kepada Sang Pencipta. Olahraga dapat menambah kebugaran dan menenangkan pikiran. "Mens sana in corporisano", di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Penjelasan lebih lanjut mengenai pikiran adalah, dokter mengatakan bahwa manusia sebenarnya adalah herbivora yang berifat ramah. Kita diberikan taring bukan untuk mencabik dan memangsa seperti karnivora. Herbivora itu bersifat ramah. Indonesia sekarang sedang dijajah oleh paham kapitalisme hedonis yang menyebabkan manusianya memiliki sifat yang serakah. Sudah mulai luntur adat ketimurannya. Penulis dari Belanda(lupa namanya) mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta. Penulis tersebut mengatakan bahwa adat ketimuran yang dimiliki Indonesia sekarang hanya tersisa di Jogjakarta. Para abdi dalem tidak terjajah oleh paham kapitalisme hedonis. Mereka masih hidup tenteram walau hanya mendapatkan gaji tiga ratus ribu rupiah tiap bulannya. Kesetiaannya untuk mengabdi kepada sultan dan keraton sangat tinggi. Pemandangan yang indah pun terlihat saat sultan memiliki hajat, menikahkan putra putrinya yang dijadikan sebagai pesta rakyat .

Dengan kehidupan yang seperti itu berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa masyarat Jogjakarta memiliki usia harapan hidup sekitar 78 tahun,sedangkan Jakarta hanya 56 tahun.

Kini aku punya alasan kenapa aku ingin selalu kembali mengunjungi kota impian. Jogja masih istimewa di hatiku.

Terima kasih atas penjelasannya dokter.





Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta
Hari sudah seperti hari tenang saja. Berasa santai, padahal masih harus berangkat kerja dua hari lagi. Sempet diledekin tetangga juga karena masih harus berangkat pagi-pagi.

Jalanan sudah mulai lengang. Alhamdulillah lancar.Sesampainya di kantor sempet kaget, suasananya berubah seperti sekolah TK. Banyak anak kecil. Ya, sebagian ibu-ibu pegawai membawa serta anak-anaknya karena yang biasa menjaga anaknya di rumah sudah mudik duluan.

Zahra, anak dari Mba Fifi memang sudah ikut ke kantor sejak hari Senin lalu. Dan sekarang ditambah Fara, Azka dan Salma, tiga putri cantiknya Mba Nani. Ada juga si kecil Lila yang belum genap berumur satu tahun. Aku memang suka anak kecil jadi langsung akrab sama mereka. Apalagi Lila langsung nemplok sampai ngga mau digendong uminya. Dan diledekin juga sama pegawai yang lainnya. Katanya aku sepantaran sama mereka. Tubuhku yang mungil ini hampir sama dengan Fara yang baru kelas empat SD.

Heemmm, semoga hari ini penuh berkah dan diselimuti kebahagiaan. Menjelang hari-hari terakhirku di Lasis dan Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. 

Dan sekarang saatnya melanjutkan Join Domain di Direktorat Peraturan Peraturan Perpajakan II, masih ada laptop yang butuh penanganan khusus. 

Ayo semangat bekerja.

Hari Tenang
3 Juli 2014

Hari pertama masuk kerja kembali setelah 24 hari mengikuti Diklat Prajabatan.

07.09, waktu yang tertera di mesin absensi. Awal yang bagus. Ruangan masih agak sepi. Mba Lusy yang pertama menyadari kedatanganku. "Yeee... akhirnya datang juga", teriaknya dari meja kerjanya yang sesaat kemudian menghampiriku dan mengajak berjabat tangan. Sambutan hangat yang luar biasa.

"Bunyi telepon sudah meraung-raung mencarimu", tambah Mba Fifi yang sudah dengan sikap pokok di meja berjanya dengan berkalung bantal di lehernya.

Terlihat beberapa mata tertuju padaku. Ada Mas Kristian, Pak Hermawan dan Pak Wanto yang selalu hadir lebih pagi. Terdengar suara-suara bahagia karena "sang pengangkat telepon" sudah kembali. Ya, sebuah pekerjaan yang paling dihindari di seksiku.

Tak lama kemudian datanglah Mba Erna, si cantik yang selalu ceria. "Hey, Arum. Long time no see". Aku hanya membalas dengan senyum manis yang aku punya (meski rasanya ngantuk banget pagi ini). Disusul dengan Mba Nani yang baru saja mendarat masih lengkap dengan jaket motornya menyambutku dengan jabatan tangan. Subhanallah, bagiku ini sambutan yang luar biasa dari rekan-rekan di Seksi Lasis.

Setelah bertemu dan berkumpul dengan teman-teman magang lain (karena kami tersebar di empat tempat diklat yang berbeda) dan sempat ngobrol juga dengan Bapak Iwan selaku Direktur TIP, kami pun kembali ke meja kerja masing-masing. Disela-sela jam istirahat siang aku sempat mengobrol dengan Mba Nani dan Mba Fifi berbagi cerita seputar Diklat Prajab . Dan disini juga aku akan berbagi pengalaman selama 24 hari yang lalu. Jadi begini ceritanya,


8 Juni 2014, hari dimana para calon siswa Diklat Prajabatan Golongan 3 Tahun Anggaran 2014 melakukan registrasi. Saat itu pula pembagian kamar untuk tempat kami menginap selama diklat. Dan aku mendapatkan kamar di Mess Putri 06. Lokasinya berbeda dengan peserta diklat lainnya. Di mess itu hanya ada 4 kamar untuk siswi, 2 kamar untuk panitia dan 1 ruangan sekretariat. Dan aku satu kamar dengan Brenda, siswi dari KPP Madya Jakarta Timur.

Kegiatan di malam pertama adalah registrasi ulang, upacara pembukaan dan ditutup dengan pembagian 12 modul yang akan dipelajari selama diklat. Tiga hari pertama diisi dengan kegiatan bela negara. Kegiatannya full fisik di lapangan. Dimulai dari lari keliling Komplek PU Lebak Bulus (oya aku mendapatkan lokasi diklat di Pusdiklat PU Lebak Bulus) dan dilanjutkan senam pagi. Setelah itu langsung sarapan nasi kotak (selama 3 hari itu kami makan di lapangan baik pagi, siang maupun malam). Mulai hari itu juga kami mengetahui bahwa makan juga dihitung. Apabila dalam hitungan ke sekian (yang sudah ditentukan Pelatih dari Kopasus) belum habis maka kami akan dihukum, mulai dari loncat-loncat ditempat sampai ngguling di lapangan. Setelah makan dilanjutkan aktivitas menyapu lapangan dengan ngguling dan merayap punggung, lari kesana kemari. Pokoknya kami harus melaksanakan apa yang diperintahkan sang Pelatih. kami dididik untuk memiliki jiwa korsa yang tinggi. Jika ada 1 atau beberapa teman yang tidak ataupun tertinggal dalam melaksanakan apa yang diperintahkan pelatih maka teman satu angkatan akan menerima hukuman. jadi kami harus saling membantu dan menyemangati satu sama lain. Begitu juga saat makan. Jika ada yang belum habis maka akan dibagikan kepada teman-teman untuk menghabiskan bersama-sama.

Di tiga hari itu benar-benar menguras tenaga. Bahkan banyak yang muntah saat kami menggulung. Termasuk diriku. Aku masuk kedalam "pasukan bodrex" sebutan untuk pasukan yang sedang sakit. Tetap melakukan kegiatan yang berat itu tapi tidak seberat dengan pasukan yang sehat lainnya karena kami terpisah barisannya. Di hari kedua saat mengguling, aku hilang arah. Tanpa sadar aku hampir menabrak gawang bola, langsung di teriakin sama pelatih. Sontak aku langsung berhenti dan pandanganku langsung kabur, berputar-putar dan mual tak tertahan lagi.

Sekian dulu ceritanya. Sudah jam 16.03. Saatnya pulang. Besok sambung lagi ceritanya. Insya Allah
Usai Prajab
Hari ini terakhir kerja sebelum Diklat Prajabatan. Sepertinya agak males-malesan kerja. Astaghfirullah. Bererapa kali meninggalkan meja kerja dan meninggalkan layanan telepon pastinya(Maaf ya, padahal hari ini banyak komplain dari KPP karena database case management sedang bermasalah). Berkumpul bersama teman-teman, berbagi informasi seputar Prajab. Tidak lupa juga kami sempatkan untuk pamitan kepada Kepala Sub Direktorat Pelayanan Operasional, Bapak Ahmad Rudi Hartono. Beliau sempat memberi semangat dan motivasi untuk menghadapi Prajab. Terima kasih, Pak Rudi. Tidak sempat berpamitan kepada Pak Iwan Djuniardi selaku Direktur Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Beliau nya sedang sibuk.

Urusan berpamitan dianggap selesai(pamitan yang bareng-bareng peserta magang), paling nanti tinggal pamitan dengan Pak Fannany Priambodo Mukti selaku Kepala Seksi Pelayanan Sistem Informasi(Lasis) dan teman-teman yang ada di seksi lasis. Sudah meminta kepada Kasi dan rekan di seksi Lasis juga untuk mengisi kuesioner sebagai persyaratan "pre-assesment" Diklat Prajabatan. Aku meminta tolong kepada Mas Gunawan, Mba Fifi, Mas Umar, Pak Hermawan, Mba Nani dan Mba Lusy untuk mengisi kuesioner. Meski sebenarnya yang diminta cuma 4 rekan, tapi ngga apa deh semoga lebih banyak lebih baik.

Oke, saatnya mengecek list yang harus dibawa saat Prajab nanti. Surat Tugas sudah siap. Terima kasih teman-teman atas kerjanya telah mengurus ST kita. Tinggal nunggu SPD yang harus ditanda tangani oleh Bapak Andri Parwito selaku Plh dari Ibu Satri Yanni selaku Kasubag Tata Usaha yang sedang konsinyering. Surat sehat sudah dibuat di Puskesmas Kelurahan Senayan. Foto berwarna sudah. Meski syaratnya adalah foto berwana dengan menggunakan baju kebaya, tapi aku pake foto lama yang kupakai untuk melamar di Kemenkeu. Karena aku pakai jilbab jadi ya anggep aja kebayanya ngga kelihatan cuma kerudungnya aja. Heee... Semoga ngga saklek, karena aku ngga mau ribet. Untuk hal remeh temeh perlengkapan baju dan kawan-kawannya ya nanti malam deh di list lagi biar besok bisa belanja kekurangannya.

Saatnya mempersiapkan diri baik kesehatan, mental dan semuanya harus disiapkan. Semoga Diklat Prajabatan berjalan dengan lancar, mudah dan membahagiakan.


Selamat Prajab, kawan...!!!
Menjelang Diklat Prajabatan
Bismillah,
Bertekad untuk memulai menghafal kembali. Awalnya terinspirasi oleh spanduk yang terpampang di depan masjid di daerah Pasar Minggu. Spanduk tersebut menginformasikan pendaftaran hafalan surat pilihan selama bulan Ramadhan. Sayangnya, aku kesulitan menyesuaikan dengan jadwal setoran hafalan yang disediakan. Jadi aku berinisiatif untuk menghafal sendiri saja. 

Ramadhan tahun lalu aku juga terinspirasi dari teman untuk menghafal Surat Al Muzzammil. Saat aku tanya kenapa surat tersebut yang dipilih, temanku menjawab bahwa ingin menghafal satu surat (diluar juz 30) selama bulan Ramadhan. Jadi dipilihlah surat yang ayatnya tidak lebih dari 30 ayat karena targetnya one day one ayat.

Dan tahun ini aku memilih sendiri suratnya yaitu Surat Ar Rum. Mengapa Surat Ar Rum. Pertama terinspirasi dari tokoh Maria dalam Novel Ayat-Ayat Cinta. Maria mampu menghafal Surat Maryam meskipun dikisahkan bahwa Maria adalah seorang non Muslim. Dia bangga bahwa namanya ada dalam Al Qur'an. Sebagai muslimah aku pun tak ingin kalah dengan Maria yang non Muslim. Aku pun bangga namaku diambil dari salah satu nama surat dalam Al Qur'an.

Jumlah ayat pada Surat Ar Rum sebanyak 60 ayat. Jadi kalau mengacu pada target one day one ayat, maka surat ini  sangat cocok. Mengingat sekarang baru memasuki bulan Sya'ban. Jadi targetnya adalah mengkhatamkan hafalan surat Ar Rum selama bulan Sya'ban dan Ramadhan.

Aku terus berusaha untuk memotivasi diri agar selalu semangat dalam menghafal. Tiba-tiba muncul ide. Cling. Mungkin bisa menambah semangatku. Idenya adalah bahwa aku akan menghadiahkan hafalan Surat Ar Rum untuk suamiku kelak. Jadi, jika istri harus menyerahkan jiwa raganya untuk suami, maka aku akan menambahkan menyerahkan setoran hafalan Surat Ar Rum di malam pertama nanti.

Astaghfirullah,
Teringat akan satu hadist tentang niat. Bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka segera kuperbaharui niat dengan kembali membaca hadist yang menjadi energi baru dalam menghafal:
Dari Buraidah, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR Abu Daud)

Semoga selalu diberi kemudahan dalam menghafal dan mengamalkannya.
Semangat Menghafal... 


Mari Menghafal
Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, Tegal, Jawa Tengah. Disanalah aku dilahirkan. Sekitar tiga bulan umurku saat itu, aku berpindah ke rumah simbah, orang tua dari mamaku di Desa Murtirejo, Kebumen, Jawa Tengah. Disana banyak kenangan. Terlihat samar dalam kenanganku saat-saat kelahiran adikku di rumah itu. Saat bermain sepeda yang dibuat bapak dari kayu. Ya, aku dan adikku belajar berjalan menggunakan sepeda itu dengan mendorongnya. Dan betapa bahagianya ketika pertama kali kami memasang lampu listrik di rumah simbah. Sebelumnya rumah simbah hanya menggunakan lampu teplok.

Kira-kira umurku sebelas tahun, kami pindah rumah. Rumah kami yang baru, yang dibangun sendiri oleh bapakku. Masa-masa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama kuhabiskan di rumah ini. Rumahnya adem, mungkin karena dibuat dengan penuh rasa cinta oleh bapak dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh mama. Tidak hanya aku yang selalu merindukan rumah ini, sanak saudara sepertinya juga betah untuk bermain-main di rumah mungil itu.

Saat umurku enam belas tahun, akhirnya aku meninggalkan rumah mungil itu untuk merantau. Singgah di rumah yang lain, yaitu di Jalan Pisang No. 18 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Awalnya sulit menjalani hari-hari di rumah itu. Hidup bersama orang-orang yang terasa asing saat itu. Aku terus mencoba beradaptasi. Harapan akan masa depan yang indah yang selalu menguatkan untuk tetap bertahan di rumah itu. Hari berganti tahun, aku pun menjadi sangat akrab dengan keluarga di rumah itu. Rumah ini adalah tempat tinggalku di tanah rantau dan penghuninya adalah keluargaku di tanah rantau. 

Seiring waktu, bertambah pula rumahku di tanah rantau ini saat ustadzah, guru ngajiku setiap hari Minggu, mengatakan bahwa rumahnya adalah Rumah Kedua bagi kami para anak didiknya. Bahagianya aku setiap berkunjung ke rumah keduaku. Bertemu dan berkumpul dengan saudara seiman dan seperjuangan, mengharap percikan ilmu yang akan mengantarkanku ke rumahku yang sebenarnya. Ya Allah, bangunkan rumah untukku di syurga. Amin
Rumah
Saat itu, 24 Desember 2013. Belum kutangkupkan kedua tanganku ke wajah sebagai tanda penutup doa di waktu subuh, hp berdering. Setelah berbalas salam terdengar suara orang yang menelpon di seberang sana "Selamat bergabung di kemenkeu, Mbakyu. Info selengkapnya lihat di web". Klik. Telpon ditutup. Ah, adikku(yang sudah lebih dulu masuk kemenkeu) ini bikin penasaran aja di pagi buta. Segera kulipat mukena, entah tadi doa apa yang terakhir ku ucap. Segera kunyalakan si putih lepi. Langsung cek ke web rekrutmen.kemenkeu.go.id.
Setelah jelas terpampang namaku sebagai peserta yang lulus seleksi CPNS Kementerian Keuangan 2013, segera ku ucap "Alhamdulillah". Tapi, ampuni aku Rabb, saat itu ungkapan syukurku hanya sebuah ungkapan rasa terima kasih atas karuniamu bahwa Engkau telah mendengar dan mengabulkan do'a-do'a terbaik dari orang-orang terkasihku. Ya, selama menjalani seleksi cpns(harapan keluarga besar) yang melalui prosedur yang menantang dan melelahkan itu, doaku adalah berikan kebahagiaan untuk dua keluargaku di Kebumen dan di Pasar Minggu. Jika salah satu kebahagiaan itu adalah dengan diterima nya aku menjadi cpns maka takdirkanlah aku untuk lulus dalam setiap tahap seleksi. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa setiap hambaNya. Meski pernah terselip namaku saat pengumuman kelulusan Tes Kompetensi Dasar (TKD), Allah tidak tidur, Maha Melihat meskipun itu tersembunyi. Namaku tidak ada di lembaran pengumuman kelulusan. Sempat kecewa karena nilaiku harusnya memenuhi standar kelulusan tes tersebut. Aku pun pasrah. Namun akhirnya kebenaran pun terungkap, suatu hari, saat aku mulai terlelap dalam tidur siangku, telepon rumah berdering. Kakak sepupuku mengabarkan bahwa ada telepon untukku dari staff Kementerian Keuangan. Inti dari telepon itu adalah  ungkapan maaf dari panitia Seleksi CPNS Kementerian Keuangan atas kesalahan sistem yang terjadi saat pengumuman TKD kemaren. Dan staf tersebut mengabarkan bahwa aku lulus beserta seratusan peserta lainnya yang namanya terselip di pengumuman. Staf tersebut juga mengundangku untuk mengikuti tes selanjutnya yaitu psikotes. Sungguh, nikmat mana lagi yang kau dustakan.
Itulah ungkapan syukur dari seorang yang tidak mencita-citakan untuk menjadi PNS. Berbeda dengan keluarga. Luar biasa rasa syukur mereka. Kebahagiaan terasa saat aku mengabarkan orang tua melalui telepon. Esok harinya, kakak ku memasak nasi kuning untuk syukuran bersama ibu-ibu pengajian majelis taklim. So, setiap aku bertemu dengan ibu-ibu di sekitar rumah, ucapan selamat mengalir begitu saja. Terpancar keikhlasan dari mereka dan diiringi kebahagiaan. Sungguh situasi ini sangat kontras dengan apa yang ada di hatiku.
Hari berganti bulan kujalani di meja birokrasi ini. Masih terus mencoba menjalani dengan ikhlas. Mencari celah-celah menumbuhkan cinta untuk profesi ku saat ini. Seperangkat komputer, satu pesawat telepon, buku Uraian Jabatan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (yang seperti bantal karena saking tebalnya kalau aku baca malah jadi ngantuk), Buku 3 Kebijakan Pengelolaan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Direktorat Jenderal Pajak (dua buku ini diberikan oleh Kasi Pelayanan Sistem, tempatku magang saat ini), plastic storage cabinet, satu mangkok beling imut (warisan dari penghuni sebelumnya). Barang-barang penghuni meja kerjaku ini menjadi saksi usahaku menemukan cinta pada DJP. Witing tresna jalaran saka kulina. Kekeluargaan di lingkungan seksi lasis (Pelayanan Sistem) terutama dan Direktorat Teknologi Informasi perpajakan (DTIP) pada umumnya , kekompakan sepuluh anggota magang turut andil menjadi makcomblang pencarian cintaku ini. Dan proses belajarku sebagai seorang call center untuk seksi lasis membuatku semakin sadar betapa pentingnya peranku. Menjembatani pegawai di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang mengalami permasalahan sistem di aplikasi perpajakan. Dengan terselesaikannya masalah sistem di KPP, aktivitas pembayaran pajak pun menjadi lancar, pendapatan negara bertambah dan insyaallah pembangunan semakin lancar dan sesuai kutipan pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4, untuk memajukan kesejahteraan umum (Heemmm,,,, dulu ketika smp disuruh menuliskan cita-cita, kutulis ingin menjadi guru dengan alasan turut mencerdaskan kehidupan bangsa, masih dikutip dari pembukaan UUD '45 alinea 4). Subhanallah, mulia sekali pekerjaanku saat ini. Nikmat mana lagi yang kau dustakan.
Saat ini cinta itu telah bersemi, akan kujaga agar tumbuh dengan baik. Awalnya kecemplung. Sekarang sedang belajar berenang.

Dulu ketika ditanya orang, "Kerja dimana sekarang?". Aku hanya menjawab, "Gatot Subroto". Dan sekarang jika ada yang bertanya dimana aku bekerja, akan kujawab dengan bangga, "Di kantor pajak pusat".
Witing Tresna Jalaran Saka Kulina
Postingan Lebih Baru Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ▼  2014 (10)
    • ▼  Oktober 2014 (2)
      • Jadilah Juara, Adikku
      • 29 Oktober 2014
    • ►  Agustus 2014 (2)
      • Pola Mutasi
      • Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta
    • ►  Juli 2014 (2)
      • Hari Tenang
      • Usai Prajab
    • ►  Juni 2014 (2)
      • Menjelang Diklat Prajabatan
      • Mari Menghafal
    • ►  Mei 2014 (2)
      • Rumah
      • Witing Tresna Jalaran Saka Kulina

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes