29 Oktober 2014

Bismillah, setelah lama hengkang dari memposting di blog catatan harian, akhirnya menyempatkan untuk ketak-ketik di blog lagi. Kalau begini terus bisa-bisa nama blog nya berganti nama menjadi catatan bulanan. Heee … Tapi, bulan September nihil. Dan di akhir Oktober ini aku ingin bercerita,

Selama bulan September sampai akhir Oktober ini , aku masih meyesuaikan dengan pekerjaan baruku di Seksi Data dan Potensi. Bayangkan saja, dasar perpajakan saja belum mengerti apalagi disuruh mengolah data. Tapi, karena aku yang sebut saja berjiwa pembelajar (meski agak lemot untuk sampai tahap memahami) aku senang dengan pekerjaan baruku sekarang. Aku senang banyak belajar dan aku juga senang dengan teman-teman yang banyak mengajariku. Juga kasi dapot dan kabid duktekkon yang sangat baik dalam memberi arahan padaku.

Meskipun aku tidak menulis di blog, tapi kemampuan menulisku kini terasah (berharap) dengan pekerjaan membuat konsep surat dan notula (meski harus bolak-balik revisi). Selain itu aku juga berusaha untuk menuliskan kembali materi pengajian yang disampaikan ustadzah ke blog milik kelompok pengajian kami.

Hari ini mencoba untuk kembali eksis ngeblog, karena (menganggap) pekerjaanku sudah selesai sambil mengisi 30 menit sebelum jam pulang kantor. Besok adalah tanggal 30 Oktober yang diperingati sebagai hari oeang. Tapi, aku belum mendengar kabar apakah besok ada upacara atau tidak di kantorku. Upacara hanyalah ceremonial, yang terpenting adalah doa :
“mudahkanlah usaha dan urusan para pemimpin kami, dan dengan semangat baru, kita akan selaraskan gerak kerja Kementerian Keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, sehingga terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia” (dikutip dari doa  Hari Oeang Republik Indonesia ke-68 Tahun 2014 sesuai surat edaran Nomor SE-39/SJ/2014)

Oya, tanggal 30 Oktober 2014 juga merupakan hari terakhir yang diberikan oleh DJP untuk menentukan 5 pilihan kota. Dan inilah pilihanku:




 Pilihan 1 dan ke 2 menandakan kalau aku masih ingin menjadi anak rantau. Pilihan ke-3 adalah kampung halamanku (masih selalu ingin pulang, tapi belum menjadi prioritas saat ini). Pilihan ke-4 adalah kota kelahiranku. Seandainya pilihan ke-4 menjadi takdirku, akan kujadikan sebagai sarana untuk merajut tali silaturrahim dengan keluarga dari pihak bapakku. dan pilihan kota ke-5 adalah Jogja yang masih memikat hatiku.

Demikian postingan hari ini,


--- 5 menit menjelang jam pulang kantor -----

Share:

0 komentar