Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng

Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirnya meluas menjadi perbincangan teman kerja satu ruangan yang ingin refresh sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan kantor dan dalam rangka memupuk rasa kekeluargaan diantara rekan kerja, direncanakanlah sebuah liburan yang dikemas dalam Duktek on Vacation (Digagas oleh teman-teman Bidang Dukungan Teknis dan Komputer) dengan tema Trip to Dieng. Dalam kesempatan ini aku tidak akan menceritakan bagaimana alotnya perdebatan kami hingga muncul tema tersebut. Kebetulan dalam episode kali ini aku yang ditunjuk sebagai PJ (penanggung jawab) yang bertugas mengurus semua keperluan liburan kali ini, dimulai dari perekrutan peserta, pemesanan tiket kereta, pemilihan paket wisata termasuk pekerjaan bendahara. Dan dari hasil promo liburan terjaring lah 9 orang peserta (dengan tetep keukeuh hanya untuk kalangan satu bidang saja, Duktek)

April 2016
Perencanaan Touring
---pre memory---

Disini terlalu banyak adegan yang menegangkan dan diskusi yang alot.


27 Mei 2016

Awal sebuah perjalanan

Dimulai dari langkah demi langkah dari kantor menuju halte busway Gatot Subroto LIPI. Menumpang bus transjakarta menuju stasiun Pasar Senen dengan transit di halte Kuningan. Karena kami (4 peserta berangkat dari kantor, termasuk aku didalamnya)  baru pertama kali menunpang bus feeder jurusan Lebak Bukus - Pasar Senen, kami pun terlewat satu halte. Jadi untuk ke stasiun Senen, kami harus berjalan kaki dari Central Senen menuju stasiun Senen.

Di stasiun Senen ini, sempat terjadi ketegangan karena dua orang teman kami baru sampai di stasiun 7 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Udah mirip film 5 cm saja yaaa, ya anggap aja begitu. Heee

Kami menumpang kereta ekonomi Serayu Malam yang menempuh perjalanan kurang lebih selama 10 jam 33 menit dari stasiun Pasar Senen ke stasiun Purwokerto. Disini banyak komplain dari teman-teman. Kereta kelas ekonomi, menempuh jalur yang melintasi Bandung yang berarti memutar lebih jauh. Maaf ya teman, maksud hati supaya sampai di Purwokerto sudah agak siang jadi ga terlalu lama nunggu di stasiun.

28 Mei 2016
Episode Pertama: Wonosobo

Sesampainya di stasiun Purwokerto (sekitar jam 7.45), kami dijemput oleh tim dari Travel Dieng Plateu. Dari stasiun melanjutkan perjalanan ke Wonosobo dengan terlebih dahulu menikmati sarapan soto di Soto Raja Lama, Purwokerto.

Perjalanan dari Purwokerto ke Wonosobo kurang lebih memakan waktu 3 jam. Setelah mampir makan siang, dimulailah tour pertama kami, Candi Arjuna.




Setelah puas napak tilas sejarah Kerajaan Hindu, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Sikidang.


Kawah panas dengan bau belerang yang menyengat.


Objek wisata selanjutnya adalah Bukit Ratapan Angin. Dari bukit ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, seperti lagu anak-anak, memandang alam dari atas bukit.....




Pemandangan yang sangat asri..




Selesai berfoto di atas bukit, kami turun dan menuju Dieng Plateu Theater untuk melihat film seputar Dataran Tinggi Dieng.

Berakhirnya film yang diputar di theater berakhir pula aganda tour kami di hari pertamà. Kami diantar menuju home stay untuk istirahat dàn makan malam.

29 Mei 2016

Episode Kedua: Dieng

Pukul dua dini hari kami dibangunkan untuk persiapan tracking Bukit Sikunir untuk melihat sunrise. Rasa kantuk yang berat dan dingin yang menyengat dikalahkan oleh semangat untuk mendaki bukit demi menikmati moment golden sunrise. Meskipun awalnya sempat tertutup kabut, dengan terus bersabar menunggu, akhirnya kami termasuk orang yang berhasil menikmati moment yang paling dinanti itu. Dan inilah momen yang berhasil kami abadikan:






 Saat matahari sudah mulai meninggi, kami memutuskan turun dari Bukit Sikunir  dan melanjutkan touring menuju Telaga Warna yang kemaren hanya dilihat dari atas Bukit Ratapan Angin. 





Kami menyempatkan mengelilingi telaga.  Saat menyusuri telaga ini, kami sekaligus menyusuri Bukit Sidengkeng yang mirip Kebun Raya Bogor. Dan ternyata disana banyak objek wisata lainnya yang terangkum dalam Wana Wisata Petak 9 Dieng.


Setelah puas berkeliling, kami diantar menuju home stay karena jam dua belas siang harus sudah check out.

Setelah check out, kami melanjutkan perjalanan menuju Telaga Menjer. Sebuah telaga yang sangat luas yang dikelilingi oleh perbukitan. Cantik sekali, apalagi menikmati pemandangannya di atas perahu. Heemmm...


Kurang lebih 30 menit kami mengelilingi telaga dengan menaiki perahu. Setelah mendarat, kami langsung diantar menuju perkebunan teh Tambi.


Rintik hujan mulai turun, mengharuskan kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan, ditambah karena perut kami sudah mulai keroncongan. Menyantap Mie ongklok, sate dan tempe kemul yang merupakan makanan khas Wonosobo yang maknyus serta belanja oleh-oleh menjadi penutup Trip to Dieng kali ini. Kami pun diantar menuju stasiun Purwokerto,  menanti kereta Senja Utama Yogya yang akan mengantarkan kami kembali ke ibu kota Jakarta.

Terima kasih untuk Pak Cahyo, Mba Fitri, Mas Hafid, Mas Nando, Mas Leo, Mba Ichi, Mas Erwin dan Muiz yang sudah meramaikan acara Duktek on Vacation. Terima kasih juga untuk tim dari Dieng Plateu yang telah memfasilitasi dan mendampingi perjalanan kami selama dua hari ini. Untuk Mas Adi, selaku tour guide kami, terima kasih untuk hasil foto yang luar biasa. Sebagian foto diambil dari kamera Samsung Galaxy Note 4 yang merupakan hadiah yang indah di bulan Mei tahun ini. Dalam kesempatan ini aku menyebut galaxy note 4 Dieng. Alhamdulillah....



Mulai ditulis, 29 Mei 2016, perjalanan di dalam kereta Senja Utama Yogya menuju Jakarta. (Bersambung karena sudah ngantuk sangat, istirahat sejenak himpun tenaga untuk bekerja di hari Senin)

Selesai ditulis 30 Mei 2016, di kamar sambil tiduran menahan sakit kepala. Mungkin efek kurang tidur selama tiga hari yang lalu.

Share:

0 komentar