Apa itu Kelas Inspirasi Kebumen? Silakan baca disini ya.
Mengikuti Kelas Inspirasi (KI) Kebumen seperti mendapat sebuah jawaban tentang pertanyaan yang sering muncul dibenakku. Dengan apa aku memajukan kampung halaman? Mungkin ditulisan - tulisan sebelumnya aku pernah bercerita tentang mengenalkan hasil jahitan tetanggaku ke teman-teman di kantor dengan tujuan menambah penghasilan untuk si penjahit. Bagiku hal ini merupakan langkah kecil kepedulian terhadap pembangunan di Kebumen (terserah apa kata orang. Heee). Dan dengan mendaftarkan diri menjadi relawan pengajar di KI Kebumen adalah sebuah langkah besar yang aku ambil.
Motto dari Kelas Inpirasi sendiri adalah "Cuti sehari, menginspirasi selamanya". Terdengar heroik sekali bukan? Dan inilah yang aku alami. Mendaftar dari jauh-jauh hari dan setelah lolos seleksi ternyata hari inspirasi (hari dimana para relawan mengajar si SD selama satu hari) bertepatan dengan agenda tahunan kantor yakni Penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015. Dengan kebulatan tekad aku memutuskan untuk tetap mengikuti KI Kebumen dan "mangkir" sehari dari agenda maha penting itu. Konsekuensi nya...ehmmm...sudah kutanggung hari ini. Sedih. (Aku tidak akan bercerita tentang pekerjaan, tapi berbagi cerita KI Kebumen aja yaaaa..)
Singkat cerita, setelah terpilih sebagai relawan, kami dikumpulkan dalam sebuah grup WhatsApp. Aku tergabung dalam Tim Relawan SD N 3 Keloposawit. Kami terdiri dari tujuh relawan pengajar, dua relawan dokumentator dan satu orang fasilitator. Dari sepuluh anggota grup tersebut, kami tidak saling kenal sebelumnya. Kami yang terbentang jarak hanya mampu berkoordinasi melalui dunia maya untuk menyiapkan segala keperluan di hari inspirasi. Dan pada tanggal 23 Januari 2016 kami baru bertatap muka dalam acara briefing persiapan Hari Inspirasi.
Total relawan sebanyak 99 orang yang terdiri dari 80 relawan pengajar dan 19 relawan dokumentator. Kami tersebar di sepuluh sekolah dasar. Saat briefing kami dibekali bagaimana cara mengajar dan memberikan inspirasi kepada anak-anak sekolah dasar.
25 Januari 2016,
Inilah Hari Inspirasi di SD N 3 Keloposawit, Buluspesantren, Kebumen.
Diawali dengan upacara bendera hari Senin,
Flashmob senam pinguin dipandu oleh para relawan pengajar.
Salim dulu sebelum masuk kelas. Penanaman budi pekerti sebagai simb penghormatan kepada bapak dan ibu guru.
Ini kelasku. Mengajak anak-anak bermain peran "role play". Dengan adegan sebuah acara pengundian Quiz berhadiah, pemotongan pajak langsung untuk hadiah berupa undian, pembayaran pajak ke bank dan pelaporan pajak ke kantor pajak. Dalam role play ini anak-anak ada yang berperan sebagai pembawa acara quiz, direktur perusahaan pemberi hadian, pegawai bank, pegawai pajak dan kameramen. Inilah aksi mereka, check it out...
Kelas Inspirasi ditutup dengan menempelkan lawet cita-cita (burung lawet = burung khas Kebumen).
Sampai jumpa Adik-Adik, Selalu Semangat menggapai mimpi yaaaa!!!!
Dan inilah para relawan di SD N 3 Keloposawit, Kebumen.
Dari sebelah kiri:
Dedy Riadianto, Staff Perencanaan B/M Peti Kemas Tj. Perak, Surabaya
Fajar Kuncoro, Fotografer, Yogyakarta
Muhammad Hamdan Yuwafii, Dokter, Blitar
Aziz Mustofa, Guru, Kebumen
Sonny Satriyono Edi Wibowo, Entrepreneur & Lecturer, Depok
Heru Subekti, Pegawai OJK, Jakarta
Chomsatun, Staff Administrasi Perum PERURI, Karawang
Arum Anggraeni, Pegawai Pajak, Jakarta
Uskar Yulianto, Dokter, Kebumen
Agus Subiantoro (Dhamar Baros), Trainer & MC, Kebumen
Mengutip sambutan Bapak Hikmat Hardono, Ketua Yayasan Indonesia Mengajar saat sharing seasion, "Kita dipertemukan atas hasil seleksi ketulusan dan keikhlasan. Rela membagi sebagian hidup kita yakni satu hari untuk memberikan inspirasi kepada anak Indonesia untuk pendidikan yang lebih baik."
Salam inspirasi,
Membangun mimpi anak Indonesia.
Kelas Inspirasi Kebumen
Mengikuti Kelas Inspirasi (KI) Kebumen seperti mendapat sebuah jawaban tentang pertanyaan yang sering muncul dibenakku. Dengan apa aku memajukan kampung halaman? Mungkin ditulisan - tulisan sebelumnya aku pernah bercerita tentang mengenalkan hasil jahitan tetanggaku ke teman-teman di kantor dengan tujuan menambah penghasilan untuk si penjahit. Bagiku hal ini merupakan langkah kecil kepedulian terhadap pembangunan di Kebumen (terserah apa kata orang. Heee). Dan dengan mendaftarkan diri menjadi relawan pengajar di KI Kebumen adalah sebuah langkah besar yang aku ambil.
Motto dari Kelas Inpirasi sendiri adalah "Cuti sehari, menginspirasi selamanya". Terdengar heroik sekali bukan? Dan inilah yang aku alami. Mendaftar dari jauh-jauh hari dan setelah lolos seleksi ternyata hari inspirasi (hari dimana para relawan mengajar si SD selama satu hari) bertepatan dengan agenda tahunan kantor yakni Penyusunan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015. Dengan kebulatan tekad aku memutuskan untuk tetap mengikuti KI Kebumen dan "mangkir" sehari dari agenda maha penting itu. Konsekuensi nya...ehmmm...sudah kutanggung hari ini. Sedih. (Aku tidak akan bercerita tentang pekerjaan, tapi berbagi cerita KI Kebumen aja yaaaa..)
Singkat cerita, setelah terpilih sebagai relawan, kami dikumpulkan dalam sebuah grup WhatsApp. Aku tergabung dalam Tim Relawan SD N 3 Keloposawit. Kami terdiri dari tujuh relawan pengajar, dua relawan dokumentator dan satu orang fasilitator. Dari sepuluh anggota grup tersebut, kami tidak saling kenal sebelumnya. Kami yang terbentang jarak hanya mampu berkoordinasi melalui dunia maya untuk menyiapkan segala keperluan di hari inspirasi. Dan pada tanggal 23 Januari 2016 kami baru bertatap muka dalam acara briefing persiapan Hari Inspirasi.
![]() |
| Foto bersama usai briefing |
25 Januari 2016,
Inilah Hari Inspirasi di SD N 3 Keloposawit, Buluspesantren, Kebumen.
Diawali dengan upacara bendera hari Senin,
Flashmob senam pinguin dipandu oleh para relawan pengajar.
Salim dulu sebelum masuk kelas. Penanaman budi pekerti sebagai simb penghormatan kepada bapak dan ibu guru.
Ini kelasku. Mengajak anak-anak bermain peran "role play". Dengan adegan sebuah acara pengundian Quiz berhadiah, pemotongan pajak langsung untuk hadiah berupa undian, pembayaran pajak ke bank dan pelaporan pajak ke kantor pajak. Dalam role play ini anak-anak ada yang berperan sebagai pembawa acara quiz, direktur perusahaan pemberi hadian, pegawai bank, pegawai pajak dan kameramen. Inilah aksi mereka, check it out...
![]() |
| Aksi para aktor dan aktris |
![]() |
| Pemenang pertama, Jangan lupa hadiah dipotong pajak yaaa... |
![]() |
| Kameramen kita... |
Selebrasi kegembiraan dan semangat untuk meraih mimpi. (harusnya cukup lempar topi saja, hihiiii..)
Dan inilah para relawan di SD N 3 Keloposawit, Kebumen.
Dari sebelah kiri:
Dedy Riadianto, Staff Perencanaan B/M Peti Kemas Tj. Perak, Surabaya
Fajar Kuncoro, Fotografer, Yogyakarta
Muhammad Hamdan Yuwafii, Dokter, Blitar
Aziz Mustofa, Guru, Kebumen
Sonny Satriyono Edi Wibowo, Entrepreneur & Lecturer, Depok
Heru Subekti, Pegawai OJK, Jakarta
Chomsatun, Staff Administrasi Perum PERURI, Karawang
Arum Anggraeni, Pegawai Pajak, Jakarta
Uskar Yulianto, Dokter, Kebumen
Agus Subiantoro (Dhamar Baros), Trainer & MC, Kebumen
Mengutip sambutan Bapak Hikmat Hardono, Ketua Yayasan Indonesia Mengajar saat sharing seasion, "Kita dipertemukan atas hasil seleksi ketulusan dan keikhlasan. Rela membagi sebagian hidup kita yakni satu hari untuk memberikan inspirasi kepada anak Indonesia untuk pendidikan yang lebih baik."
Salam inspirasi,
Membangun mimpi anak Indonesia.

















