• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirnya meluas menjadi perbincangan teman kerja satu ruangan yang ingin refresh sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan kantor dan dalam rangka memupuk rasa kekeluargaan diantara rekan kerja, direncanakanlah sebuah liburan yang dikemas dalam Duktek on Vacation (Digagas oleh teman-teman Bidang Dukungan Teknis dan Komputer) dengan tema Trip to Dieng. Dalam kesempatan ini aku tidak akan menceritakan bagaimana alotnya perdebatan kami hingga muncul tema tersebut. Kebetulan dalam episode kali ini aku yang ditunjuk sebagai PJ (penanggung jawab) yang bertugas mengurus semua keperluan liburan kali ini, dimulai dari perekrutan peserta, pemesanan tiket kereta, pemilihan paket wisata termasuk pekerjaan bendahara. Dan dari hasil promo liburan terjaring lah 9 orang peserta (dengan tetep keukeuh hanya untuk kalangan satu bidang saja, Duktek)

April 2016
Perencanaan Touring
---pre memory---

Disini terlalu banyak adegan yang menegangkan dan diskusi yang alot.


27 Mei 2016

Awal sebuah perjalanan

Dimulai dari langkah demi langkah dari kantor menuju halte busway Gatot Subroto LIPI. Menumpang bus transjakarta menuju stasiun Pasar Senen dengan transit di halte Kuningan. Karena kami (4 peserta berangkat dari kantor, termasuk aku didalamnya)  baru pertama kali menunpang bus feeder jurusan Lebak Bukus - Pasar Senen, kami pun terlewat satu halte. Jadi untuk ke stasiun Senen, kami harus berjalan kaki dari Central Senen menuju stasiun Senen.

Di stasiun Senen ini, sempat terjadi ketegangan karena dua orang teman kami baru sampai di stasiun 7 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Udah mirip film 5 cm saja yaaa, ya anggap aja begitu. Heee

Kami menumpang kereta ekonomi Serayu Malam yang menempuh perjalanan kurang lebih selama 10 jam 33 menit dari stasiun Pasar Senen ke stasiun Purwokerto. Disini banyak komplain dari teman-teman. Kereta kelas ekonomi, menempuh jalur yang melintasi Bandung yang berarti memutar lebih jauh. Maaf ya teman, maksud hati supaya sampai di Purwokerto sudah agak siang jadi ga terlalu lama nunggu di stasiun.

28 Mei 2016
Episode Pertama: Wonosobo

Sesampainya di stasiun Purwokerto (sekitar jam 7.45), kami dijemput oleh tim dari Travel Dieng Plateu. Dari stasiun melanjutkan perjalanan ke Wonosobo dengan terlebih dahulu menikmati sarapan soto di Soto Raja Lama, Purwokerto.

Perjalanan dari Purwokerto ke Wonosobo kurang lebih memakan waktu 3 jam. Setelah mampir makan siang, dimulailah tour pertama kami, Candi Arjuna.



Setelah puas napak tilas sejarah Kerajaan Hindu, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Sikidang.


Kawah panas dengan bau belerang yang menyengat.


Objek wisata selanjutnya adalah Bukit Ratapan Angin. Dari bukit ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, seperti lagu anak-anak, memandang alam dari atas bukit.....




Pemandangan yang sangat asri..




Selesai berfoto di atas bukit, kami turun dan menuju Dieng Plateu Theater untuk melihat film seputar Dataran Tinggi Dieng.

Berakhirnya film yang diputar di theater berakhir pula aganda tour kami di hari pertamà. Kami diantar menuju home stay untuk istirahat dàn makan malam.

29 Mei 2016

Episode Kedua: Dieng

Pukul dua dini hari kami dibangunkan untuk persiapan tracking Bukit Sikunir untuk melihat sunrise. Rasa kantuk yang berat dan dingin yang menyengat dikalahkan oleh semangat untuk mendaki bukit demi menikmati moment golden sunrise. Meskipun awalnya sempat tertutup kabut, dengan terus bersabar menunggu, akhirnya kami termasuk orang yang berhasil menikmati moment yang paling dinanti itu. Dan inilah momen yang berhasil kami abadikan:






 Saat matahari sudah mulai meninggi, kami memutuskan turun dari Bukit Sikunir  dan melanjutkan touring menuju Telaga Warna yang kemaren hanya dilihat dari atas Bukit Ratapan Angin. 





Kami menyempatkan mengelilingi telaga.  Saat menyusuri telaga ini, kami sekaligus menyusuri Bukit Sidengkeng yang mirip Kebun Raya Bogor. Dan ternyata disana banyak objek wisata lainnya yang terangkum dalam Wana Wisata Petak 9 Dieng.


Setelah puas berkeliling, kami diantar menuju home stay karena jam dua belas siang harus sudah check out.

Setelah check out, kami melanjutkan perjalanan menuju Telaga Menjer. Sebuah telaga yang sangat luas yang dikelilingi oleh perbukitan. Cantik sekali, apalagi menikmati pemandangannya di atas perahu. Heemmm...


Kurang lebih 30 menit kami mengelilingi telaga dengan menaiki perahu. Setelah mendarat, kami langsung diantar menuju perkebunan teh Tambi.


Rintik hujan mulai turun, mengharuskan kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan, ditambah karena perut kami sudah mulai keroncongan. Menyantap Mie ongklok, sate dan tempe kemul yang merupakan makanan khas Wonosobo yang maknyus serta belanja oleh-oleh menjadi penutup Trip to Dieng kali ini. Kami pun diantar menuju stasiun Purwokerto,  menanti kereta Senja Utama Yogya yang akan mengantarkan kami kembali ke ibu kota Jakarta.

Terima kasih untuk Pak Cahyo, Mba Fitri, Mas Hafid, Mas Nando, Mas Leo, Mba Ichi, Mas Erwin dan Muiz yang sudah meramaikan acara Duktek on Vacation. Terima kasih juga untuk tim dari Dieng Plateu yang telah memfasilitasi dan mendampingi perjalanan kami selama dua hari ini. Untuk Mas Adi, selaku tour guide kami, terima kasih untuk hasil foto yang luar biasa. Sebagian foto diambil dari kamera Samsung Galaxy Note 4 yang merupakan hadiah yang indah di bulan Mei tahun ini. Dalam kesempatan ini aku menyebut galaxy note 4 Dieng. Alhamdulillah....



Mulai ditulis, 29 Mei 2016, perjalanan di dalam kereta Senja Utama Yogya menuju Jakarta. (Bersambung karena sudah ngantuk sangat, istirahat sejenak himpun tenaga untuk bekerja di hari Senin)

Selesai ditulis 30 Mei 2016, di kamar sambil tiduran menahan sakit kepala. Mungkin efek kurang tidur selama tiga hari yang lalu.

Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
2 Mei 2016,

"Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia", dikutip dari pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016.

Mengutip kalimat itu bukan berarti aku mengikuti kegiatan upacara bersama bapak menteri. Aku masih setia dengan meja kerjaku saat beliau berpidato, sedang memantau dan berusaha mengamankan penerimaan negara. Inilah jalan yang sudah ditentukan Allah untukku. Di tahun 2013, saat aku memutuskan untuk mengikuti seleksi CPNS, aku mendaftar di Kementerian Keuangan karena lebih dipropokatori oleh adekku (hee... ini jujur loh Dek) dan karena gagal mendaftar di LIPI (Lambaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dikarenakan aku yang terlalu malas untuk menyiapkan proposal penelitian di awal pendaftaran online (dan kini, di gedung itu terkadang aku hanya numpang makan siang bersama teman-teman). Dan juga gagal saat mencoba melamar menjadi Perancang Program Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena kurangnya persiapan saat Tes Kemampuan Bidang (baru tahu informasi tes jam 7 pagi untuk jadwal tes jam 1 siang), aku tak sempat membuka buku-buku perkuliahan (yang mana aku sudah mulai melupakan teori-teori "bahasa mesin" itu). Jadilah kini aku menjadi salah satu Pelaksana di Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan yang tidak jauh-jauh dari mantra "pengamanan penerimaan negara".  Rutinitas keseharian yang lebih sering berhadapan dengan layar monitor yang dipenuhi angka-angka, data perpajakan yang tidak ada habisnya untuk "diolah" agar menjadi uang negara, membuatku rindu rutinitasku yang dulu (sebelum bergabung dengan instansi yang sekarang), berinteraksi dan berkomunikasi, berbagi ilmu dan pengalaman di ruang praktek laboratorium komputer. 

Kerinduan suasana kelas, kegiatan belajar-mengajar, mungkin sangat terkait dengan doa dari seorang ibu. Mamaku yang saat gadis memimpikan untuk memiliki suami yang berprofesi seorang guru kandas sudah, karena Bapak hanyalah seorang guru kehidupan bagi kami, kedua anaknya. Impian mama untuk memiliki suami seorang guru rupanya berganti dengan menginginkan (terlafal dalam doanya) agar kelak anaknya bisa menjadi guru. Diantara kami berdua, sepertinya doa itu lebih mengarah kepadaku. Aku sangat suka dengan dunia pendidikan. Bahkan sejak di bangku sekolah, teman-teman banyak yang menilai tulisan tanganku mirip tulisan guru. Ah, aku teringat juga saat di bangku SMP aku pernah menuliskan cita-cita ingin menjadi guru dengan alasan ingin mencerdaskan kehidupan bangsa (sangking bingungnya mencari alasan, akhirnya mengutip kalimat di pembukaan UUD 1945, karena sebelumnya pernah bercita-cita menjadi bidan namun dipermalukan oleh keadaan, aku sangat takut dengan obat dan jarum suntik saat itu). 

Kini, meskipun aku tidak berprofesi menjadi guru, tapi aku masih suka dengan suasana kelas, belajar dan mengajar. Meskipun tidak secara formal, aku melibatkan diri di dunia pendidikan, diantaranya:

Bergabung dengan komunitas 1000 Guru Tangerang, mengajar di desa Rajeg, pelosoknya Tangerang.

Menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Kebumen dan Tasikmalaya. 
Kelas Inspirasi Tasikmalaya

Terlibat dalam kegiatan belajar di rumah singgah Laskar Pendidikan, Jakarta.

Semoga aktivitas ini bisa mengobati kerinduan akan suasana kelas, belajar dan mengajar dan bisa mengaplikasikan apa yang sudah dituliskan semasa SMP dulu dan semoga langkah kecil ini sesuai dengan tema hari pendidikan kali ini, "Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita". Dan semoga amal yang kecil ini menjadi sebuah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya: 

"Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).



Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ▼  Mei 2016 (2)
      • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
      • Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes