• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Senin, 1 Agustus 2016,
Merupakan hari pertama masuk sekolah bagi ponakanku, Shafa Salsabila Ramadhani. Setelah dua tahun menempuh pendidikan usia dini di PAUD Pisang Ambon, kini dia melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni dengan bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK). Begitulah selayaknya dalam menempuh pendidikan. Kita akan melewati jenjang demi jenjang pendidikan. Seperti difirmankan oleh Allah, "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) ~ QS. Al Insyirah : 7. Dan bahwasanya pendidikan itu sepanjang hayat (tarbiyah madal hayah), dari buaian hingga ke liang lahat. 


Kali ini, Shafa, begitu panggilannya, bersekolah di TK Al Hafidz An Naml An Nahl, sebuah taman pendidikan kanak-kanak yang berusaha mencetak generasi penghafal Al Qur'aan. 



Kali ini aku akan berkisah tentang hari pertama Shafa masuk sekolah di sekolah barunya. Di hari itu, dengan penuh semangat, Shafa bangun pagi sebelum subuh, mengalahkan kakak-kakaknya dan langsung mandi, lalu bergegas ikut bapaknya ke mushola untuk sholat Subuh berjamaah. Sepulang dari mushola, tak tau pasti apa yang dilakukannya karena aku sedang mempersiapkan untuk berangkat kerja. Tapi yang pasti dia sudah lebih dulu siap dan rapi untuk pergi ke sekolah yang jaraknya sangat dekat dari rumah dan dengan jadwal masuk sekolah jam tujuh pagi. 



Di hari pertama sekolahnya, orang tuanya pun sudah bersiap untuk mengantarnya ke sekolah untuk mendampingi di sekolah baru, lingkungan baru, dan orang-orang baru. Di waktu yang masih terlalu pagi sudah dipastikan gerbang sekolah TK nya belum dibuka, namun agar tidak menurunkan semangat di hari pertamanya, maka diputuskan untuk tetap berangkat tapi dengan terlebih dahulu mengantarkan kakaknya ke SD N 02 Pasar Minggu dan mengantarku ke halte bus transjakarta SMK 57 terlebih dahulu lalu memutar balik menuju sekolah Shafa yang letaknya dekat dengan rumah. Begitulah hari pertama sekolah Shafa yang disambut dengan semangat. Semoga dengan awal yang baik kedepannya akan lebih baik dalam menjalani pendidikan yang panjang, sepanjang hayat, yang pastinya tidaklah mudah.

"Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya." (Ali bin Abi Thalib)




Sekolah baru, seragam baru, dengan lengan baju dan celana digulung karena kedodoran dan juga kerudung yang harus dikait dengan peniti karena kebesaran tetap mampu menumbuhkan semangat baru dalam menuntut ilmu. Itulah sebuah awal, semoga senantiasa istiqomah dalam menuntut ilmu sehingga mampu memetik manisnya buah menuntut ilmu.

"... Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Mujadalah: 11)

Dan ini adalah salah satu persembahan Shafa setelah satu minggu sekolah...


Sebuah Permulaan, Sepenggal Cerita
Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini. Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah yang menjadi pilihan bagiku untuk rehat sejenak dari rutinitas kantor. Rumah itu terletak di Jl. Pancoran Barat XI C. Rumah itu hanya aku singgahi di hari kerja saja. Dan saat weekend aku memilih untuk pulang ke rumah keluarga di Pasar Minggu.

Seperti dikisahkan dalam tulisan sebelumnya yang berjudul "Rumah" itu, setiap hari Minggu aku berkunjung ke rumah kedua sebagai agenda rutin pekanan. Di rumah itu aku berusaha men-charge ruhiyahku setelah dipadati rutinitas keduniawian selama seminggu sebelumnya. Teringat sebuah percakapan para sahabat dengan Rasulullah:
"Wahai Rasullullah, saat kami sedang duduk bersamamu, kami seakan tidak ingin lagi berhubungan dengan apapun kecuali mendekatkan diri kepada Allah. Namun, ketika pulang, kami melupakan hal itu."

Demikianlah kondisi keimanan manusia yang senantiasa naik turun. Dan salah satu cara mengatasinya adalah dengan berkumpul dengan orang sholeh terutama dalam majlis ilmu. Karena bahwasanya malaikat ridha dan suka kepada orang-orang yang duduk dalam majlis ilmu. Lalu malaikat akan memohonkan ampunan atas dosa orang-orang yang sedang berkumpul dalam majlis ilmu.

Agenda rutin pekan ini agak berbeda dari biasanya. Setelah agenda setor hafalan, kami mendapat materi keterampilan membuat bros dari pita. Dan ini hasil karyaku...

Selesai agenda pekanan, aku pun bergegas pulang ke rumah kakak di Pasar Minggu. Namun malang, rumah kosong dan aku tidak membawa kunci duplikat. Kunci duplikat rumah dan kunci kamar kos tertinggal di tas yang berada di dalam rumah. Terlalu selebor memang diriku saat berganti tas seperti saat ini, ada saja yang tertinggal. Heemmmm... untung aku tidak seperti wanita lain yang selalu berganti-ganti tas untuk memachingkan baju, bisa-bisa aku selalu ketinggalan barang-barang penting setiap berganti tas. Jadi, cukup berganti tas sesuai kebutuhan dan sesuai tas yang dimiliki. Heeee... yaiyalah masa pake tas yang bukan milik sendiri.

Ketika tidak memungkinkan untuk bertamu ke rumah orang di tengah hari seperti saat ini, maka aku memilih bertamu ke rumah Allah, dan masjid Palapa Baitus Salam menjadi pilihanku. Sambil menatikan waktu Dzuhur untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kusempatkan menulis kisahku hari ini dengan menyisipkan doa, agar Allah memudahkanku untuk bertamu di Rumah Allah di Kota Haramain. Amiin.



Bertamu ke Rumah Allah
Judulnya mencontek novel karya Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak.

Dalam tulisan kali akan menceritakan kisah di hari Minggu, 31 Juli 2016 bersama adek tercinta, Abdullah Mabruri. Di hari itu, Bruri, begitu nama panggilan kami kepada anak bungsu dalam keluarga kami, mengikuti ujian Seleksi Masuk (Simak) UI untuk Program S1 Ekstensi. Sebagai wujud dukungan sang kakak kepada adeknya maka aku meniatkan untuk menemaninya refreshing pasca ujian. Sebagai surprise kecilnya maka aku sudah menyiapkan sebatang coklat yang konon katanya bisa menurunkan kadar stres setelah ujian. Dan ini bener-bener surprise karena saat coklat kusodorkan kondisinya sudah meleleh. (Heee Maaf ya Adekku... maklum kakakmu ini terlalu bersemangat dan kamu tau sendiri kalau kakakmu hobi sekali jalan kaki dan menaiki transportasi umum. Jadilah coklat yang dibeli dari Pasar Minggu keburu meleleh di siang yang terik saat mendarat di kampus UI Depok).

Singkat cerita, setelah Bruri menyelesaikan ujian dan sholat Dzuhur di masjid yang sangat favorit bagiku, kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Depok. Tujuan kami adalah Depok Town Square. Setelah sampai langsung hunting tempat makan. Maklumlah habis ujuan katanya laper berat, dan memang waktu makan siang telah lewat dari waktu pada umumnya. Aku yang cuma nunggu juga keburu laper.

Sambil menikmati makan siang, kami membahas seputar ujian yang katanya susaaahhhhh... dengan dalil kurang persiapan dan kesibukan di kantor. Semoga bisa lulus ya adekku...
Selain membahas ujian, kami membahas banyak hal. Seperti biasanya kalau bertemu selalu banyak cerita yang tidak akan habis untuk dikupas. Bersyukur punya momen-momen pertemuan seperti ini, sekaligus menjalankan pesan mama bapak, "kakang adi sing pada rukun".

Setelah dirasa cukup makan siang plus ngobrol di tempat makan itu, kami melanjutkan misi jalan-jalan dan refreshing. Tempat yang dituju selanjutnya adalah Detos 21. Berhubung film tang ditayangkan di hari itu kurang menarik perhatian kami, jadilah kami melanjutkan perjalanan dan mendarat di TM Book Store. Mencari buku untuk menambah koleksi taman bacaan keluarga di Kebumen. Dan kali ini aku mendapat hadiah spesial (sebenernya banyak hadiah spesial yang sudah aku terima dari adek) yaitu dua buah buku yang katanya cocok untukku.

Buku berjudul "Inggris di Tembok Kamarku" yang merupakan kumpulan kisah para penerima beasiswa luar negeri, semoga bisa memotivasiku untuk berburu beasiswa di luar negeri. Kata pengantar yang aku suka dari buku ini "Tiket Gratis Keliling Dunia"

Satu lagi buku berjudul "Catatan Kecil Pengajar Muda" yang merupakan kumpulan cerita dari para pengajar dalam program Indonesia Mengajar. Aku suka dunia pendidikan, aku suka proses belajar mengajar, aku suka dunia anak-anak dan aku ingin berkeliling Indonesia. Dari buku ini aku akan banyak belajar. Terima kasih untuk bukunya. 

Setelah merasa cukup berkeliling di toko buku, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Minggu. Perjalan dari Depok menuju Pasar Minggu ternyata cukup membuat kami lapar kembali. Singgah di warung sate pak Ali sambil menunggu waktu sholat Magrib. Setelah makan bergegas sholat di masjid Palapa Baitussalam lalu dilanjutkan pulang ke rumah kakak sepupu di Pasar Minggu. Itulah rangkaian acara di hari Minggu bersama adek.

Adekku, terima kasih atas kebersamaannya. Di hari itu harusnya aku yang banyak menghiburmu untuk mengusir penat setelah ujian. Tapi, justru aku yang banyak menerima, hadiah buku dan traktiran makan siang. Memang beginilah kakakmu... belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Doaku semoga adek lulus menjadi mahasiswa UI dan sukses selalu untuk kuliah dan kerjanya. 

Salam dari kakakmu,
di kamar kos, sepulang kerja.





Minggu Bersama Adek
Judulnya mencontek novel karya Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak.

Dalam tulisan kali akan menceritakan kisah di hari Minggu, 31 Juli 2016 bersama adek tercinta, Abdullah Mabruri. Di hari itu, Bruri, begitu nama panggilan kami kepada anak bungsu dalam keluarga kami, mengikuti ujian Seleksi Masuk (Simak) UI untuk Program S1 Ekstensi. Sebagai wujud dukungan sang kakak kepada adeknya maka aku meniatkan untuk menemaninya refreshing pasca ujian. Sebagai surprise kecilnya maka aku sudah menyiapkan sebatang coklat yang konon katanya bisa menurunkan kadar stres setelah ujian. Dan ini bener-bener surprise karena saat coklat kusodorkan kondisinya sudah meleleh. (Heee Maaf ya Adekku... maklum kakakmu ini terlalu bersemangat dan kamu tau sendiri kalau kakakmu hobi sekali jalan kaki dan menaiki transportasi umum. Jadilah coklat yang dibeli dari Pasar Minggu keburu meleleh di siang yang terik saat mendarat di kampus UI Depok).

Singkat cerita, setelah Bruri menyelesaikan ujian dan sholat Dzuhur di masjid yang sangat favorit bagiku, kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Depok. Tujuan kami adalah Depok Town Square. Setelah sampai langsung hunting tempat makan. Maklumlah habis ujuan katanya laper berat, dan memang waktu makan siang telah lewat dari waktu pada umumnya. Aku yang cuma nunggu juga keburu laper.

Sambil menikmati makan siang, kami membahas seputar ujian yang katanya susaaahhhhh... dengan dalil kurang persiapan dan kesibukan di kantor. Semoga bisa lulus ya adekku...
Selain membahas ujian, kami membahas banyak hal. Seperti biasanya kalau bertemu selalu banyak cerita yang tidak akan habis untuk dikupas. Bersyukur punya momen-momen pertemuan seperti ini, sekaligus menjalankan pesan mama bapak, "kakang adi sing pada rukun".

Setelah dirasa cukup makan siang plus ngobrol di tempat makan itu, kami melanjutkan misi jalan-jalan dan refreshing. Tempat yang dituju selanjutnya adalah Detos 21. Berhubung film tang ditayangkan di hari itu kurang menarik perhatian kami, jadilah kami melanjutkan perjalanan dan mendarat di TM Book Store. Mencari buku untuk menambah koleksi taman bacaan keluarga di Kebumen. Dan kali ini aku mendapat hadiah spesial (sebenernya banyak hadiah spesial yang sudah aku terima dari adek) yaitu dua buah buku yang katanya cocok untukku.

Buku berjudul "Inggris di Tembok Kamarku" yang merupakan kumpulan kisah para penerima beasiswa luar negeri, semoga bisa memotivasiku untuk berburu beasiswa di luar negeri. Kata pengantar yang aku suka dari buku ini "Tiket Gratis Keliling Dunia"

Satu lagi buku berjudul "Catatan Kecil Pengajar Muda" yang merupakan kumpulan cerita dari para pengajar dalam program Indonesia Mengajar. Aku suka dunia pendidikan, aku suka proses belajar mengajar, aku suka dunia anak-anak dan aku ingin berkeliling Indonesia. Dari buku ini aku akan banyak belajar. Terima kasih untuk bukunya. 

Setelah merasa cukup berkeliling di toko buku, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Minggu. Perjalan dari Depok menuju Pasar Minggu ternyata cukup membuat kami lapar kembali. Singgah di warung sate pak Ali sambil menunggu waktu sholat Magrib. Setelah makan bergegas sholat di masjid Palapa Baitussalam lalu dilanjutkan pulang ke rumah kakak sepupu di Pasar Minggu. Itulah rangkaian acara di hari Minggu bersama adek.

Adekku, terima kasih atas kebersamaannya. Di hari itu harusnya aku yang banyak menghiburmu untuk mengusir penat setelah ujian. Tapi, justru aku yang banyak menerima, hadiah buku dan traktiran makan siang. Memang beginilah kakakmu... belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Doaku semoga adek lulus menjadi mahasiswa UI dan sukses selalu untuk kuliah dan kerjanya. 

Salam dari kakakmu,
di kamar kos, sepulang kerja.





Minggu Bersama Adek
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ▼  Agustus 2016 (4)
      • Sebuah Permulaan, Sepenggal Cerita
      • Bertamu ke Rumah Allah
      • Minggu Bersama Adek
      • Minggu Bersama Adek
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes