• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa


 Jauh sebelum masuk instansi tempatku mengbdi saat ini, aku sudah tahu kalau kantor ini wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah Indonesia dan kantornya tersebar sampai pelosok negeri ini. Dan sebelum resmi diterima di instansi ini aku juga sudah menandatangani surat pernyataan yang isinya bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia. Namun, setiap ada isu mutasi, penempatan bagi pegawai baru selalu membuat dag dig dug dada ini.

15 Januari 2014,
Hari pertama aktif dengan penempatan di Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan dan berstatus sebagai Pegawai Magang. Masih bersyukur karena penempatan masih di wilayah Kantor Pusat di Jakarta, sesuai harapan. Dan tempat magang itu sesuai dengan background pendidikanku. Disini aku termotivasi untuk belajar lebih dalam lagi di dunia IT.
Tim OJT Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan 2014


8 Juli 2014,
Keluarlah SK Penempatan Definitif bagi pegawai baru. Dan aku ditempatkan di Kantor Wilayah Jakarta Khusus. Masih bersyukur juga karena lokasinya masih di wilayah Kantor Pusat. Meski harapannya bisa menetap di tempat magang(hee).

4 Agustus 2014,
Mulai aktif di kantor baru, Kanwil Jaksus. Ditempatkan di Bagian Kepegawaian dan spesifik tugasnya adalah mengurus DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) Pejabat Fungsional. Sempet berpikir juga, bahwa penempatanku kali ini jauh dari background pendidikanku. Tapi aku mengambil hikmah dari penempatan ini. Aku yang masih awam tentang kepegawaian dan seputaran PNS, dituntut untuk belajar di tempat ini. Seminggu di Bagian Kepegawaian, sudah mendapat tugas Add-Hock membuat aplikasi DUPAK bersama rekan kerja yang baru penempatan juga dan dengan background pendidikan IT. Baiklah, ilmu komputerku masih bisa diasah disini. Baru tiga hari mulai mengkonsep aplikasi DUPAK berbasis web ini, sudah diminta untuk membuat sistem monitoring di Bagian P2Humas. Dan masih menerima “order” juga untuk mendesain cover buku, mengedit film. Kata rekan kerjaku menyebut pekerjaan kami sebagai “IT serabutan”.
"Tujuh Bidadari" Kanwil Jakarta Khusus Angkatan 2014


26 Agustus 2014,
Belum genap satu bulan di tempat yang baru, pekerjaan baru dan orang-orang yang baru, terbitlah SK Penemptan bagi pegawai di Kanwil Jakarta Khusus. Dan aku terlibat dalam pola mutasi ini. Aku  ditempatkan di Seksi Data dan Potensi, Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi. Seperti kembali ke “habitat asal” bagi pegawai yang menyandang gelar Sarjana Komputer. Namu, aku belum bisa aktif di tempat baruku karena masih ditangguhkan di Bagian Kepegawaian untuk menyelesaikan aplikasi DUPAK.

Dimana pun tempat bekerja, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik. Dan scenario Allah pasti lebih indah daripada angan-angan dan harapan hambanya.


Pola Mutasi
9 Agustus 2014,

Hari ini jadwalnya untuk melakukan check up ke dokter Rahamdi Iwan Guntoro,Sp.P di Poli Paru RS. Haji Jakarta. Aku selalu senang saat berkonsultasi dengan beliau. Dokter yang baik dan sangat ke-bapak-an. Setiap pasien yang memasuki ruang prakteknyaselalu disambut dengan hangat. Suaranya yang khas, “Monggo, Mbak Arum Anggraeni. Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiayamakum, minal ‘aidzin wal fidzin”. Ini sambutan hari pertama bertemu di bulan Syawal.

Setelah melakukan pemeriksaan, beliau bertanya tentang keluhanku. Aku pun menjawab tidak ada keluhan. Tapi sayang rasanya jika waktu berkunjungku terbuang sia-sia jika tidak mendengar petuahnya. (Lagian aku kan sudah bayar mahal biaya konsultasinya). Aku pun bertanya soal tips mejaga kesehatan. Beginilah penjelasan dokter kepadaku selaku pasien,

Jangan pernah berpikir bahwa saat ini sedang terkena infeksi paru-paru. Ini hanya masalah imunitas yang perlu ditingkatkan. (Dari bahasanya telah men-sugesti pasien bahwa kondisinya tidak sakit parah). Faktor yang mempengaruhi imunitas ada empat yaitu makan, tidur, aktivitas dan pikiran.

Tentang makan yang harus diperhatikan adalah makan yang teratur, jangan pernah telat makan, gizi harus seimbang, sesuai takaran/ukuran. Jika aktivitas kita banyak maka makan kita juga harus banyak makan. Setiap aktivitas itu membutuhkan kalori. Jadi harus seimbang antara aktivitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Dokter juga mejelaskan bahwa kita itu sebenernya adalah herbivora. Jadi perbanyak makan sayur dan buah. Untuk daging itu hanya sebagai pelengkap jadi jangan kebanyakan.

Untuk masalah tidur harus cukup, 8 jam sehari. Kalau diibaratkan hewan,manusia itu adalah binatang siang bukan seperti kelelawar yang termasuk binatang malam. Walaupun manusia berusaha menghilangkan kantuk dengan minum kopi dan sebagainya, tetap saja tubuh kita butuh istirahat. Jadi, malam gunakan untuk istirahat. Tidur yang cukup.

Aktivitas, jangan ngoyo. Jangan memaksa tubuh kita untuk beraktivitas melebihi kemampuan kita. Tubuh butuh hak untuk istirahat. Jika memang sudah merasa lelah, minimal istirahat 15 menit untuk merefresh tubuh kita lalu lanjutkan kembali aktivitas.

Pikiran. Dua aktivitas yang membuat pikiran kita tenang adalah ibadah dan olahraga. Ibadah memberikan ketenangan di hati dan mendekatkan kepada Sang Pencipta. Olahraga dapat menambah kebugaran dan menenangkan pikiran. "Mens sana in corporisano", di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Penjelasan lebih lanjut mengenai pikiran adalah, dokter mengatakan bahwa manusia sebenarnya adalah herbivora yang berifat ramah. Kita diberikan taring bukan untuk mencabik dan memangsa seperti karnivora. Herbivora itu bersifat ramah. Indonesia sekarang sedang dijajah oleh paham kapitalisme hedonis yang menyebabkan manusianya memiliki sifat yang serakah. Sudah mulai luntur adat ketimurannya. Penulis dari Belanda(lupa namanya) mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta. Penulis tersebut mengatakan bahwa adat ketimuran yang dimiliki Indonesia sekarang hanya tersisa di Jogjakarta. Para abdi dalem tidak terjajah oleh paham kapitalisme hedonis. Mereka masih hidup tenteram walau hanya mendapatkan gaji tiga ratus ribu rupiah tiap bulannya. Kesetiaannya untuk mengabdi kepada sultan dan keraton sangat tinggi. Pemandangan yang indah pun terlihat saat sultan memiliki hajat, menikahkan putra putrinya yang dijadikan sebagai pesta rakyat .

Dengan kehidupan yang seperti itu berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa masyarat Jogjakarta memiliki usia harapan hidup sekitar 78 tahun,sedangkan Jakarta hanya 56 tahun.

Kini aku punya alasan kenapa aku ingin selalu kembali mengunjungi kota impian. Jogja masih istimewa di hatiku.

Terima kasih atas penjelasannya dokter.





Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ▼  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ▼  Agustus 2014 (2)
      • Pola Mutasi
      • Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes