Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta

9 Agustus 2014,

Hari ini jadwalnya untuk melakukan check up ke dokter Rahamdi Iwan Guntoro,Sp.P di Poli Paru RS. Haji Jakarta. Aku selalu senang saat berkonsultasi dengan beliau. Dokter yang baik dan sangat ke-bapak-an. Setiap pasien yang memasuki ruang prakteknyaselalu disambut dengan hangat. Suaranya yang khas, “Monggo, Mbak Arum Anggraeni. Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiayamakum, minal ‘aidzin wal fidzin”. Ini sambutan hari pertama bertemu di bulan Syawal.

Setelah melakukan pemeriksaan, beliau bertanya tentang keluhanku. Aku pun menjawab tidak ada keluhan. Tapi sayang rasanya jika waktu berkunjungku terbuang sia-sia jika tidak mendengar petuahnya. (Lagian aku kan sudah bayar mahal biaya konsultasinya). Aku pun bertanya soal tips mejaga kesehatan. Beginilah penjelasan dokter kepadaku selaku pasien,

Jangan pernah berpikir bahwa saat ini sedang terkena infeksi paru-paru. Ini hanya masalah imunitas yang perlu ditingkatkan. (Dari bahasanya telah men-sugesti pasien bahwa kondisinya tidak sakit parah). Faktor yang mempengaruhi imunitas ada empat yaitu makan, tidur, aktivitas dan pikiran.

Tentang makan yang harus diperhatikan adalah makan yang teratur, jangan pernah telat makan, gizi harus seimbang, sesuai takaran/ukuran. Jika aktivitas kita banyak maka makan kita juga harus banyak makan. Setiap aktivitas itu membutuhkan kalori. Jadi harus seimbang antara aktivitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Dokter juga mejelaskan bahwa kita itu sebenernya adalah herbivora. Jadi perbanyak makan sayur dan buah. Untuk daging itu hanya sebagai pelengkap jadi jangan kebanyakan.

Untuk masalah tidur harus cukup, 8 jam sehari. Kalau diibaratkan hewan,manusia itu adalah binatang siang bukan seperti kelelawar yang termasuk binatang malam. Walaupun manusia berusaha menghilangkan kantuk dengan minum kopi dan sebagainya, tetap saja tubuh kita butuh istirahat. Jadi, malam gunakan untuk istirahat. Tidur yang cukup.

Aktivitas, jangan ngoyo. Jangan memaksa tubuh kita untuk beraktivitas melebihi kemampuan kita. Tubuh butuh hak untuk istirahat. Jika memang sudah merasa lelah, minimal istirahat 15 menit untuk merefresh tubuh kita lalu lanjutkan kembali aktivitas.

Pikiran. Dua aktivitas yang membuat pikiran kita tenang adalah ibadah dan olahraga. Ibadah memberikan ketenangan di hati dan mendekatkan kepada Sang Pencipta. Olahraga dapat menambah kebugaran dan menenangkan pikiran. "Mens sana in corporisano", di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Penjelasan lebih lanjut mengenai pikiran adalah, dokter mengatakan bahwa manusia sebenarnya adalah herbivora yang berifat ramah. Kita diberikan taring bukan untuk mencabik dan memangsa seperti karnivora. Herbivora itu bersifat ramah. Indonesia sekarang sedang dijajah oleh paham kapitalisme hedonis yang menyebabkan manusianya memiliki sifat yang serakah. Sudah mulai luntur adat ketimurannya. Penulis dari Belanda(lupa namanya) mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal di Jogjakarta. Penulis tersebut mengatakan bahwa adat ketimuran yang dimiliki Indonesia sekarang hanya tersisa di Jogjakarta. Para abdi dalem tidak terjajah oleh paham kapitalisme hedonis. Mereka masih hidup tenteram walau hanya mendapatkan gaji tiga ratus ribu rupiah tiap bulannya. Kesetiaannya untuk mengabdi kepada sultan dan keraton sangat tinggi. Pemandangan yang indah pun terlihat saat sultan memiliki hajat, menikahkan putra putrinya yang dijadikan sebagai pesta rakyat .

Dengan kehidupan yang seperti itu berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa masyarat Jogjakarta memiliki usia harapan hidup sekitar 78 tahun,sedangkan Jakarta hanya 56 tahun.

Kini aku punya alasan kenapa aku ingin selalu kembali mengunjungi kota impian. Jogja masih istimewa di hatiku.

Terima kasih atas penjelasannya dokter.





Share:

1 komentar

  1. aku tidak suka jogja, sebab byk kesedihan disana. entah akan kukunjungi lagi atau tidak, sebab jika kukunjungi itu berarti aku sudah melupakan kedukaan itu, dan melapangkan hatiku untuk memberi maaf pd setiap hal yg terjadi padaku ttg JOGJA

    BalasHapus