Bertamu ke Rumah Allah

Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini. Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah yang menjadi pilihan bagiku untuk rehat sejenak dari rutinitas kantor. Rumah itu terletak di Jl. Pancoran Barat XI C. Rumah itu hanya aku singgahi di hari kerja saja. Dan saat weekend aku memilih untuk pulang ke rumah keluarga di Pasar Minggu.

Seperti dikisahkan dalam tulisan sebelumnya yang berjudul "Rumah" itu, setiap hari Minggu aku berkunjung ke rumah kedua sebagai agenda rutin pekanan. Di rumah itu aku berusaha men-charge ruhiyahku setelah dipadati rutinitas keduniawian selama seminggu sebelumnya. Teringat sebuah percakapan para sahabat dengan Rasulullah:
"Wahai Rasullullah, saat kami sedang duduk bersamamu, kami seakan tidak ingin lagi berhubungan dengan apapun kecuali mendekatkan diri kepada Allah. Namun, ketika pulang, kami melupakan hal itu."

Demikianlah kondisi keimanan manusia yang senantiasa naik turun. Dan salah satu cara mengatasinya adalah dengan berkumpul dengan orang sholeh terutama dalam majlis ilmu. Karena bahwasanya malaikat ridha dan suka kepada orang-orang yang duduk dalam majlis ilmu. Lalu malaikat akan memohonkan ampunan atas dosa orang-orang yang sedang berkumpul dalam majlis ilmu.

Agenda rutin pekan ini agak berbeda dari biasanya. Setelah agenda setor hafalan, kami mendapat materi keterampilan membuat bros dari pita. Dan ini hasil karyaku...


Selesai agenda pekanan, aku pun bergegas pulang ke rumah kakak di Pasar Minggu. Namun malang, rumah kosong dan aku tidak membawa kunci duplikat. Kunci duplikat rumah dan kunci kamar kos tertinggal di tas yang berada di dalam rumah. Terlalu selebor memang diriku saat berganti tas seperti saat ini, ada saja yang tertinggal. Heemmmm... untung aku tidak seperti wanita lain yang selalu berganti-ganti tas untuk memachingkan baju, bisa-bisa aku selalu ketinggalan barang-barang penting setiap berganti tas. Jadi, cukup berganti tas sesuai kebutuhan dan sesuai tas yang dimiliki. Heeee... yaiyalah masa pake tas yang bukan milik sendiri.

Ketika tidak memungkinkan untuk bertamu ke rumah orang di tengah hari seperti saat ini, maka aku memilih bertamu ke rumah Allah, dan masjid Palapa Baitus Salam menjadi pilihanku. Sambil menatikan waktu Dzuhur untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kusempatkan menulis kisahku hari ini dengan menyisipkan doa, agar Allah memudahkanku untuk bertamu di Rumah Allah di Kota Haramain. Amiin.



Share:

0 komentar