Minggu Bersama Adek

Judulnya mencontek novel karya Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak.

Dalam tulisan kali akan menceritakan kisah di hari Minggu, 31 Juli 2016 bersama adek tercinta, Abdullah Mabruri. Di hari itu, Bruri, begitu nama panggilan kami kepada anak bungsu dalam keluarga kami, mengikuti ujian Seleksi Masuk (Simak) UI untuk Program S1 Ekstensi. Sebagai wujud dukungan sang kakak kepada adeknya maka aku meniatkan untuk menemaninya refreshing pasca ujian. Sebagai surprise kecilnya maka aku sudah menyiapkan sebatang coklat yang konon katanya bisa menurunkan kadar stres setelah ujian. Dan ini bener-bener surprise karena saat coklat kusodorkan kondisinya sudah meleleh. (Heee Maaf ya Adekku... maklum kakakmu ini terlalu bersemangat dan kamu tau sendiri kalau kakakmu hobi sekali jalan kaki dan menaiki transportasi umum. Jadilah coklat yang dibeli dari Pasar Minggu keburu meleleh di siang yang terik saat mendarat di kampus UI Depok).

Singkat cerita, setelah Bruri menyelesaikan ujian dan sholat Dzuhur di masjid yang sangat favorit bagiku, kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Depok. Tujuan kami adalah Depok Town Square. Setelah sampai langsung hunting tempat makan. Maklumlah habis ujuan katanya laper berat, dan memang waktu makan siang telah lewat dari waktu pada umumnya. Aku yang cuma nunggu juga keburu laper.

Sambil menikmati makan siang, kami membahas seputar ujian yang katanya susaaahhhhh... dengan dalil kurang persiapan dan kesibukan di kantor. Semoga bisa lulus ya adekku...
Selain membahas ujian, kami membahas banyak hal. Seperti biasanya kalau bertemu selalu banyak cerita yang tidak akan habis untuk dikupas. Bersyukur punya momen-momen pertemuan seperti ini, sekaligus menjalankan pesan mama bapak, "kakang adi sing pada rukun".

Setelah dirasa cukup makan siang plus ngobrol di tempat makan itu, kami melanjutkan misi jalan-jalan dan refreshing. Tempat yang dituju selanjutnya adalah Detos 21. Berhubung film tang ditayangkan di hari itu kurang menarik perhatian kami, jadilah kami melanjutkan perjalanan dan mendarat di TM Book Store. Mencari buku untuk menambah koleksi taman bacaan keluarga di Kebumen. Dan kali ini aku mendapat hadiah spesial (sebenernya banyak hadiah spesial yang sudah aku terima dari adek) yaitu dua buah buku yang katanya cocok untukku.

Buku berjudul "Inggris di Tembok Kamarku" yang merupakan kumpulan kisah para penerima beasiswa luar negeri, semoga bisa memotivasiku untuk berburu beasiswa di luar negeri. Kata pengantar yang aku suka dari buku ini "Tiket Gratis Keliling Dunia"

Satu lagi buku berjudul "Catatan Kecil Pengajar Muda" yang merupakan kumpulan cerita dari para pengajar dalam program Indonesia Mengajar. Aku suka dunia pendidikan, aku suka proses belajar mengajar, aku suka dunia anak-anak dan aku ingin berkeliling Indonesia. Dari buku ini aku akan banyak belajar. Terima kasih untuk bukunya. 

Setelah merasa cukup berkeliling di toko buku, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Minggu. Perjalan dari Depok menuju Pasar Minggu ternyata cukup membuat kami lapar kembali. Singgah di warung sate pak Ali sambil menunggu waktu sholat Magrib. Setelah makan bergegas sholat di masjid Palapa Baitussalam lalu dilanjutkan pulang ke rumah kakak sepupu di Pasar Minggu. Itulah rangkaian acara di hari Minggu bersama adek.

Adekku, terima kasih atas kebersamaannya. Di hari itu harusnya aku yang banyak menghiburmu untuk mengusir penat setelah ujian. Tapi, justru aku yang banyak menerima, hadiah buku dan traktiran makan siang. Memang beginilah kakakmu... belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Doaku semoga adek lulus menjadi mahasiswa UI dan sukses selalu untuk kuliah dan kerjanya. 

Salam dari kakakmu,
di kamar kos, sepulang kerja.





Share:

0 komentar