• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Pulang kampung sangat identik dengan oleh-oleh. Baik oleh-oleh yang dibawa dari tanah rantau ke desa, maupun oleh-oleh dari desa yang dibawa saat kembali ke tanah rantau. Dan yang khas dari oleh-oleh adalah makanan. Namun, saat aku pulang kampung aku jarang membawa makanan, selain karena bingung apa makanan khas daerah Jakarta, alasan repot di perjalanan dan ingin beda dengan orang perantau kebanyakan saat mudik. Dalam usaha menumbuhkan minat baca, maka saat pulang kampung, aku justru membawa buku-buku. Bisa jadi buku-buku yang memang sudah selesai kubaca agar lebih bermanfaat dibaca orang lain di kampung, atau menyengaja membeli buku-buku cerita anak-anak, buku mewarnai dan belajar menulis untuk anak-anak yang masih kecil. Terkadang juga membelikan mainan edukasi berupa puzzle dan juga mainan yang paling disukai yaitu bola.



Terus berharap agar bisa memberi manfaat dimanapun berada. Dan mengharap keberkahan di rumah kami dengan menyediakan tempat bermain dan belajar bagi anak-anak.

Edisi Pulang Kampung
Suatu hari di ruang kelas DTSD (Diklat Teknis Subtantif Dasar) Pajak II 2014...

Hari pertama diklat diawali dengan perkenalan antar peserta dan widyaiswara. Biodata peserta dituliskan dalam selembar kertas. Selain data diri, peserta juga diminta menuliskan harapan lima tahun yang akan datang. Kami membacakan biodata satu persatu. Saat tiba giliranku membacakan biodata, yang merupakan urutan ketiga (berdasarkan absen urut abjad), widyaiswara berkomentar mengenai harapan lima tahunku. Saat itu aku menuliskan harapan "memiliki toko kue". "Simple, spesifik, saya suka itu. Semoga tercapai", komentar sang widyaiswara. Rata-rata peserta lain berharap bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan kenaikan karier.

Alasan  menuliskan harapan itu berawal dari sebuah keinginan untuk memajukan bisnis kue yang dijalankan oleh kakak sepupuku, sebut saja Mba Umi. Setiap hari Mba Umi membuat lontong isi (arem-arem), donat kentang dan martabak telor. Terdengar sederhana, tapi jangan salah, sekali coba bisa-bisa ketagihan lohh... Ini terbukti dari komentar para pelanggannya. 
Niatan untuk memperkenalkan produk kue Mba Umi pun awalnya "iseng-iseng berhadiah". Saat itu karena tidak sempat sarapan, jadi aku bawa bekal berupa arem-arem, donat dan martabak. Itu sudah lebih dari cukup sebagai menu sarapanku. Selain aku makan sendiri bekalku, aku pun menawarkan kepada rekan kerja di kantor. Seperti kubilang tadi, sekali dicoba bisa ketagihan. Jadi sampai sekarang teman-teman di kantor suka memesan donat ayyummm/donat alum/donat arum, arem-arem arum,dan martabak aromatik. Itu brand yang diberikan teman-teman untuk kue-kue yang aku jajakan. 
Sukses memasarkan produk kue Mba Umi, aku pun melebarkan sayap (agak lebay bahasanya..) dengan menawarkan produk yang sedang dipasarkan oleh teman kuliah, yaitu keripik singkong dan ranting keju. Cemilan sehat yang katanya non MSG. Produk ini pun lumayan menarik perhatian teman-teman di kantor sebagai "solusi baru" cemilan di kantor.

Masih terus berusaha menumbuhkan jiwa bisnisku, sampai akhirnya memutuskan untuk berjualan baju lebaran. Berjualan baju lebaran sebenernya sudah aku jalankan saat lebaran tahun 2013. Saat itu aku hanya berbelanja di Pasar Tanah Abang, lalu aku kirimkan ke temanku yang ada di Kebumen yang bersedia menjajakan baju tersebut di kampung. Saat itu aku menilai berhasil untuk bisnis pertamaku. Setelah absen di lebaran tahun 2014 karena saat itu sibuk dengan Diklat Prajabatan, kini menjelang lebaran tahun 2015 aku berniat untuk berjualan kembali. Namun, saat ini yang menjajakan adalah mamaku sendiri. Kembali lagi ke niat awal "menumbuhkan jiwa wirausaha" dengan harapan menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi (Amin). Kami sekeluarga berbagi tugas. Aku bertugas berbelanja di Pasar Tanah Abang, adikku yang memiliki jadwal pulang kampung setiap bulan aku beri tugas sebagai kurir. Karena masih kecil-kecilan jadi masih terlalu sayang jika harus mengeluarkan ongkos kirim melalui jasa pengiriman barang. "Biar pulang kampungku bermanfaat dan demi mendukung mba dan mama berdagang", komentar adikku saat diberi mandat sebagai kurir. Sebagai staf pemasaran yaitu mamaku yang lumayan memiliki jaringan sesrawungan (pergaulan) yang lebih luas di kampung. Dan bapak tetap sebagai kepala keluarga yang selalu sedia mengayomi dan mendukung kami sekeluarga.

Saat berbelanja ke Tanah Abang aku mengajak serta kakak sepupu dan keponakan. Aku akan meminta pendapat  mereka mengenai model baju yang akan dibeli. Kakak sepupu mewakili selera ibu-ibu dan keponakanku mewakili selera model baju anak remaja. Karena saat kulakan (belanja dengan tujuan untuk dijual lagi), kita harus melihatnya dari perspektif pembeli. Meskipun sudah meminta pendapat dari kakak sepupu dan koponakan, yang artinya sudah melibatkan orang lain saat kulakan, aku pun masih sempat mendapat masukan dari mama yang ditampung dari permintaan para pembeli di kampung. Katanya mereka memesan warna baju yang lebih cerah lagi. Kebetulan aku, kakak sepupu dan keponakanku menyukai warna yang kalem. Ternyata orang-orang di kampungku sana lebih suka yang cerah dan bercorak.

Berikut adalah edisi kulakan ke Tanah Abang yang kedua kalinya. Semoga akan ada edisi kulakan selanjutnya seiring lancarnya usaha berdagang di kampung.







Berharap suatu saat memiliki kios seperti gambar diatas yang akan dibangun di Kebumen. Mengapa harus di Kebumen? Sekali lagi ingin mewujudkan keluarga wirausaha terutama untuk orang tua, sebagai aktivitas mengisi waktu luang di masa tua. Selain itu juga karena teman-teman di Jakarta sudah banyak yang memiliki bisnis online jadi aku memutuskan untuk mencari pasar offline di Kebumen. Meski setiap orang sudah dijamin rizkinya masing-masing, ini merupakan sebuah ikhtiar dalam menjemput rizki. Lantas masih kurang kah gaji sebagai PNS Ditjen Pajak (yang ramai di pemberitaan mengenai kenaikan gaji besar-besaran) ??? Hemmm,,,, kembali ke niat awal....




Semangat berbisnis....!!!!

Peluang Usaha
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ▼  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ▼  April 2015 (2)
      • Edisi Pulang Kampung
      • Peluang Usaha
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes