Sudah hampir seminggu, janji itu belum kupenuhi. Sebuah janji: mengirimkan kartu pos yang ditulis anak-anak di Desa Murtirejo, Kebumen yang ditujukan kepada Presiden RI , dengan cara me-mention akun beliau di media sosial.
Kartu pos itu masih tertumpuk diantara dua buku yang (ingin) selesai dibaca di hari libur akhir tahun ini. Masih memilah-milah isi surat mana yang akan diposting di media sosial karena hampir semua isi suratnya memiliki tema yang sama: permintaan.
Oya, surat ini ditulis dalam rangka lomba mengisi liburanku saat pulang ke kampung halaman yang bertepatan dengan liburan sekolah bagi anak-anak disekitaran rumah. Sebuah perlombaan, namun tidak ada yang kalah dan menang, karena semua juara, semua hebat, semua mendapat hadiah, semua bersuka ria.
Karena keterbatasan waktu yang aku miliki (meski di hari libur seperti saat ini), akhirnya aku mengambil beberapa kartu pos yang semoga bisa mewakili isi hati anak-anak di usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas serta ada satu surat dari orang tua yang ikut menulis karena anaknya tidak bisa bergabung saat perlombaan. Dan inilah isi surat tersebut:
1. Silvia Anggun Elviana (siswi Madrasah Ibtidaiyah setara Sekolah Dasar)
Assalamu'alaikum. Salam hormat kepada Bapak Presiden RI yang saat ini menjabat sebagai pemimpin Indonesia dengan jujur dan adil. Saya minta sepeda baru sama HP. Ibu saya tidak mempunyai uang. Pekerjaan ibu saya buruh.
2. Tri Murniati (siswi Madrasah Tsanawiyah setara Sekolah Menengah Pertama)
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam hormat saya ucapkan kepada Bapak Presiden RI yang saat ini menjabat sebagai pemimpin Indonesia dengan jujur dan adil. Semoga Bapak selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT. Dengan datangnya surat ini saya memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo
Salam hormat saya ucapkan kepada Bapak Presiden RI yang saat ini menjabat sebagai pemimpin Indonesia dengan jujur dan adil. Semoga Bapak selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT. Dengan datangnya surat ini saya memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo
"Kapan Bapak datang ke kota/desa kami? "
Demikian surat ini saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
3. Ika Rizqiyani Yuniarsih (siswi Sekolah Menengah Kejuruan)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam hormat pada Bapak Presiden RI yang telah banyak berjasa pada negeri ini. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih untuk Bapak. Kedua, saya hanya ingin bercerita pada Bapak. Kalau boleh saya meminta sesuatu, saya ingin mempunyai HP baru karena sudah lebih 3 tahun saya tidak punya HP, Pak. Dan saya ingin sebuah laptop untuk membuat novel karena saya sangat suka menulis cerita dan saya ingin menerbitkannya.
Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
4. Lutfiah Khaerunisa (ibu rumah tangga dengan pekerjaan sambilan sebagai buruh pabrik genteng)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam hormat kepada Bpk. Presiden RI yang saat ini menjabat dan memimpin Indonesia dengan jujur adil dan ma'mur.
Dengan ini saya sangat minta, mohon kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo saya mau minta permintaan: saya orang tidak mampu minta bantuan uang buat bayar sekolah. Saya ucapkan terima kasih kepada Bpk Presiden RI Joko Widodo atas bantuannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
![]() |
| Beberapa kartu pos pilihan |
Itulah surat-surat pilihan yang mewakili dari masing-masing jenjang usia. Surat-surat yang lain sebagian besar berisikan permintaan sepeda. Mungkin karena mereka sering melihat di TV, kebaikan Bapak Presiden membagi-bagikan sepeda saat kunjungan ke beberapa daerah sebagai hadiah karena sudah berhasil menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang paling fenomenal : sebutkan jenis-jenis ikan. Mungkin mereka juga melihat tayangan infotainment , seorang artis cantik Raisa yang juga mendapat sepeda dari Presiden RI. Hal inilah yang mungkin memberikan ide bagi mereka ketika diminta menuliskan surat untuk Presiden. Padahal ide awal diadakan lomba ini adalah ingin membangun budaya literasi bagi anak-anak, membiasakan anak untuk lebih banyak membaca, dan menuangkan rasa dengan menuliskannya. Dan itulah perasaan yang ada di dalam hati mereka. Isi surat tersebut sekaligus menggambarkan keadaan ekonomi sebagian besar keluarga di desa kami.
Membaca surat-surat mereka (meskipun ditujukan untuk Bapak Presiden), melihat kegembiraan mereka saat mengikuti lomba, dan adanya permintaan untuk mengadakan kegiatan yang sama di liburan selanjutnya membuatku berpikir ulang saat adanya ajakan teman untuk mengisi liburan dengan travelling ke beberapa destinasi menarik. Tiket pesawat dan kereta, biaya sewa mobil, menginap di hotel, mencicipi kuliner khas setiap daerah, menjadi sesuatu yang ironis untuk diceritakan dihadapan anak-anak desa. Berlibur dengan berbagi senyuman bersama anak-anak di desaku mungkin akan lebih mengesankan.
Dan pada kesempatan kali ini, melalui blog ini, saya pun terinspirasi untuk menuliskan surat untuk Bapak Presiden yang isinya juga terinspirasi dari kartu pos di atas: permintaan.
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Bapak Presiden yang saya hormati, jika Bapak akan melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat, khusunya Sorong, sekiranya Bapak mengizinkan saya untuk menumpang Pesawat RI-001. Saya terdorong untuk berkunjung kembali ke Sorong karena adanya pesan singkat yang dikirimkan oleh salah satu siswa di Sorong yang pernah saya ajar ketika saya menjadi relawan pengajar setahun yang lalu.
Saya juga terpesona oleh video yang Bapak unggah melalui YouTube tentang keindahan alam di Raja Ampat. Sama seperti yang Bapak rasakan, saya pun ingin kembali menikmati pesona "raja-raja" disana.
Demikian surat dari saya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Salam hormat,
Arum Anggraeni
![]() |
| Pesan dari Sorong |



