• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?". Bunga benar-benar gemar membaca buku. Namun, kini Bunga memiliki komitmen tidak akan membaca beraneka ragam buku seperti biasanya sebelum ia mengkhatamkan kitab TAFSIR Al Quran 30 Juz. MasyaAllah, Tabarakallah
.
Mawar, seorang penggila drakor (drama Korea) . Aktif di media sosial. Berlatar belakang pendidikan IT dengan merampungkan pendidikan S2-nya di Jepang dan saat ini bekerja di perusahaan bergengsi sesuai dengan bidang keilmuannya, Micro****. Terbayang sosok anak milenial sekali bukan? Namun, yang aku tahu saat ini ia me-non-aktifkan akun Instagram-nya, menghapus nomor-nomor telepon di hapenya dan membuat perjanjian dengan diri sendiri sebelum menonton drakor kesukaannya.
.
Kini, Mawar mendedikasikan waktunya untuk Al Quran. Mawar memilih berlama-lama bersama Al Quran agar setiap Sabtu pagi ia mampu menyetorkan berbaris-baris ayat di hadapan gurunya. Mengapa Mawar harus menghapus kontak di hapenya? Karena ia tidak ingin disibukkan dengan melihat whatsapp story teman-temannya dan ia belum mengetahui cara me-non-aktifkan di hape nya yang terlalu pintar dan canggih itu sehingga belum ditemukan tutorial saat bertanya pada laman Google.
.
Eitsss... Tapi  katanya nomor-ku tidak termasuk yang dihapus, lohhh... Uhuy, seneng aku tuh... Mawar mengirimkan pesan pribadi untuk-ku melalui whatsapp pada Rabu malam berupa gambar dengan tulisan di pojok kiri atasnya "Tahfihz Motivation (49) - 'kalau yang ini, semoga bisa dijawab oleh Google jika kamu mau bertanya padanya' - dengan menambahkan caption "Probably today is our last day. Semangat"  ditambah dengan emoji 'pink love'.
.
Lalu apa perjanjian tidak tertulis yang dilakukan sebelum ia menonton drakor? Murojaah minimal 1 juz.  MasyaAllah. Tabarakallah.
.
Bunga dan Mawar, bukan nama sebenarnya, tapi kisahnya benar adanya.
.
Arum. Kalau yang ini nama sebenarnya -  tokoh "aku" dalam tulisan ini,  yang merasa sangat bersyukur karena Allah mentakdirkan bertemu dan menyaksikan kisah Bunga dan Mawar. Semoga kehadiran Bunga dan Mawar di kehidupanku menjadikan (h)Arum mewangi setiap hari.
.
Sebenarnya aku sudah tidak sabar menanti Sabtu pagi, karena saat itulah kesempatan bertemu dengan sosok Bunga dan Mawar. Tapi aku juga tidak ingin jika hari Jumat ini berlalu dengan cepat. Kenapa? Karena masih ingin berlama-lama melantunkan doa:terutama di penghujung Jumat. Dan satu lagi jawaban klise: target pekanan yang belum terlampaui.
Sabtu pagi kala itu. Bunga dan Mawar tidak masuk dalam frame


Bunga dan Mawar
Banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi untuk meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Salah satu yang menginspirasi saya adalah pesan moral yang selalu disampaikan oleh Bapak Antonius Krisyanto selaku Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan (DP3), Kanwil DJP Jakarta Khusus dalam pembukaan rapat pembinaan para pegawai di Bidang DP3. Pesan moral tersebut yakni, “Jaga integritas, jangan narkoba, dan bekerjalah dengan ikhlas”. Integritas sebagai salah satu dari lima Nilai Kementerian Keuangan yang perilaku utamanya adalah bersikap jujur, tulus, dan dapat dipercaya sangat penting diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari, terlebih dalam menjalankan tugas saya sebagai pelaksana di Seksi Data dan Potensi yang salah satu tugasnya adalah menyajikan data dan informasi berdasarkan fakta. Nilai integritas juga dapat diimplementasikan dengan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bagi saya, tugas dan pekerjaan adalah sebuah amanah yang pertanggungjawabannya tidak hanya kepada atasan tetapi juga kepada Tuhan.  

Pesan moral yang kedua yaitu untuk menjauhi narkoba yang bahayanya sudah tidak diragukan lagi dalam merusak semua aspek kehidupan. Sedangkan pesan moral yang ketiga adalah himbauan untuk bekerja dengan ikhlas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhlas diartikan sebagai bersih hati, tulus hati. Jika dikaitkan dengan Nilai-nilai Kementerian Keuangan, bekerja dengan ikhlas dapat dikategorikan dalam nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan. Jadi pada intinya pesan moral yang disampaikan oleh Bapak Antonius Krisyanto merupakan himbauan untuk mengamalkan nilai-nilai Kementerian Keuangan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Untuk bisa mengamalkan Nilai-nilai Kementerian Keuangan dengan baik diperlukan sikap disiplin yang tinggi. Disiplin bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam bekerja, di antaranya datang ke kantor tepat pada waktunya, menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan yang terpenting adalah sikap konsisten dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Langkah yang bisa diterapkan sebagai usaha dalam meningkatkan kedisplinan di antaranya adalah manajemen waktu, yakni melakukan segala sesuatu dengan terorganisasi dan tepat waktu. Langkah kongkritnya adalah membiasakan untuk menulis to-do list yang manfaaatnya adalah membantu dalam perencanaan penyelesaian tugas yang lebih jelas dan terarah. Saya berusaha membiasakan diri meluangkan waktu sebelum pulang meninggalkan kantor untuk menulis apa yang harus dikerjakan esok hari. Sehingga di hari berikutnya saat sampai di kantor saya bisa langsung mengerjakan tugas dengan berpedoman pada to-do list tersebut sehingga diharapkan pada hari itu bisa lebih produktif, efektif, dan meminimalisir kebiasaan menunda pekerjaan. Dengan to-do list saya juga bisa mengerjakan tugas berdasarkan urutan skala prioritas.

Dalam hal manajemen waktu, penting untuk memanfaatkan waktu seproduktif mungkin. Sebagai contoh saat pekerjaan sudah terselesaikan dan masih ada waktu luang, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, misalnya mempelajari sesuatu yang baru yang dapat menunjang pekerjaan. Dalam menjalankan tugas pengolahan dan penyajian data dan informasi perpajakan, saat ini masih sangat bergantung pada aplikasi Micrsoft Excel sehingga saya harus menggali informasi tentang formula-formula serta tips dan trik bagaimana cara mengolah dan menyajikan data yang informatif dan menarik. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan terkait perpajakan. Di era digital seperti sekarang ini, di mana informasi dan ilmu pengetahuan begitu mudah didapat melalui internet, maka saya pun berusaha untuk memaksimalkan media tersebut untuk belajar. Jika penggalian informasi dari media internet masih mengalami kendala, saya akan meminta bimbingan/arahan langsung dari atasan ataupun diskusi dengan rekan kerja yang lebih memahaminya. 

Hal lain yang tidak kalah penting dalam efisiensi waktu adalah fokus. Fokus di sini mencakup fokus dalam menyelesaikan satu tugas sebelum tugas lainnya dan fokus terhadap instruksi/arahan dari atasan sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Fokus erat kaitannya dengan konsentrasi, dan konsentrasi harus dijaga selama jam kerja. Dalam beberapa riset disebutkan bahwa untuk menjaga agar tetap konsentrasi selama seharian di kantor diperlukan istirahat secara berkala. Waktu istirahat tersebut dimanfaatkan untuk menenangkan pikiran. Saya membiasakan diri untuk membuat jadwal istirahat. Istirahat yang pertama  sekitar jam 9 atau jam 10 pagi, istirahat kedua yaitu saat jam makan siang dan istirahat ketiga sekitar jam 3 sore. Waktu istirahat tersebut saya gunakan untuk beribadah karena saya mempercayai bahwa dengan ibadah pikiran bisa kembali tenang dan siap untuk melanjutkan pekerjaan. Kegiatan lain yang biasa dilakukan saat istirahat jam makan siang adalah menikmati makanan sambil berbincang dengan rekan kerja. Pada intinya istirahat yang cukup menjadikan otak siap untuk bekerja kembali. 

Kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa dilakukan dalam kaitannya menajeman waktu di antaranya adalah merapikan dokumen/file pekerjaan sehingga memudahkan dalam pencarian dan efisiensi waktu pelaksanaan tugas. Hal ini sekaligus mengamalkan salah satu budaya DJP yaitu berkas aman, pulang nyaman. Untuk kemudahan pertukaran data dengan rekan kerja, dokumen/file juga disarankan untuk disimpan dalam sharing folder dengan tetap memperhatikan tingkat kerahasiaan data sehingga data tersebut aman dari pihak-pihak yang tidak berhak mengaksesnya. 

Selain manajemen waktu yang sudah dijelaskan di atas, hal lain yang berpengaruh terhadap kedisiplinan saya adalah lingkungan kerja yang nyaman baik secara fisik maupun psikologis. Nyaman secara fisik berarti lingkungan yang terjaga keamanan, kebersihan, kerapihan, dan keindahan sehingga membuat nyaman untuk berlama-lama di kantor, sedangkan nyaman secara psikologis adalah hubungan yang terjalin dengan baik antar sesama rekan kerja maupun dengan atasan. 

Dari uraian diatas saya tidak tahu apakah yang saya lakukan sudah mencerminkan sikap disiplin kerja yang sesuai dengan paramater Kementerian Keuangan. Dan apakah saya sudah memiliki sikap disiplin yang tinggi dalam bekerja? Sesungguhnya hanya mereka yang berada di lingkungan kerja yang sama dengan saya yang mampu menilai. Mereka yang lebih mengetahui seperti apa kinerja saya sehari-hari. Tugas saya adalah berusaha untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Saya berusaha menerapkan bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga setiap apapun yang saya lakukan harapannya menjadi sebuah amalan kebaikan dengan harapan amal tersebut dapat memberikan manfaat kepada sesama. Amalan yang dikerjakan dengan ikhlas seharusnya tidak lagi memperhitungkan penilaian dari orang lain ataupun instansi karena jika dikaitkan dengan ibadah maka harapan  terbesar adalah imbalan dari Tuhan. Seperti dalam ajaran agama yang saya yakini, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain. 

Selain berusaha memberikan manfaat di lingkungan kerja, saya juga berusaha agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Saat Kementerian Keuangan mengadakan program Kemenkeu Mengajar, sebuah program mengajar selama sehari di Sekolah Dasar dalam rangka mengenalkan peran Kementerian Keuangan dalam upaya menjaga perekonomian negara, saya turut berpartisipasi sebagai seorang relawan pangajar. Kegiatan ini mengusung semangat kesukarelaan, panitia tidak memungut biaya apapun pada sekolah dan pegawai yang mengikuti Kemenkeu Mengajar juga tidak akan mendapatkan pembayaran, baik honor maupun  biaya perjalanan dinas. Saya mendaftarkan diri  untuk menjadi relawan pengajar dan mendapat kesempatan bergabung di SD Inpres Klaligi, Sorong, Papua Barat pada tahun 2016 dan di SDN Menteng 03 Pagi, Jakarta Pusat pada tahun 2017. Saya berharap di tahun-tahun berikutnya tetap dapat berpartisipasi di program yang sama ataupun program lain dalam upaya meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat luas dan mengenalkan semangat nilai-nilai Kementerian Keuangan. Dan yang terpenting adalah selalu berusaha untuk meningkatkan kedisiplinan dalam mengamalkan Nilai-nilai Kementerian Keuangan baik di dalam maupun di luar instansi. Karena kedisiplinan harus dibangun dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil, serta dimulai saat ini.

*****
Tulisan di atas merupakan esai yang diminta SubBagian Kepegawaian. Seharusnya esai yang diminta ber-tema-kan "disiplin" yang merupakan salah satu syarat  dalam pemilihan pegawai teladan di lingkungan Kementerian Keuangan.

Ini merupakan pengalaman menulis yang  sulit bagi saya. Dalam esai bertema disiplin tersebut saya tidak membahas tentang jam di mesin absen, tidak mungkin juga menceritakan hobi saya yaitu "disiplin" memanfaatkan flexi time yang diberikan khusus kepada pegawai di DKI. Jika ada pembaca yang pernah menjadi rekan kerja satu kantor dengan saya pasti paham maksudnya. Heeeeee
Berlatih Disiplin dari Hal Kecil

Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah atas nikmat dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Semoga Allah mudahkan kita untuk memaksimalkan ibadah di bulan penuh keberkahan dan semoga Allah jadikan kita orang-orang yang bertakwa. Amin.

Bahagia rasanya bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, selain karena  kemuliaan yang sudah dijanjikan oleh Allah, bagiku Ramadhan punya arti khusus. Aku terlahir di bulan Ramadhan tepatnya tanggal 23 Ramadhan, atau menurut kalender Masehi saat itu tanggal 10 Mei. Dan aku selalu berusaha untuk memuliakan hari lahirku sebagaimana Rasul juga memuliakan hari lahirnya dengan berpuasa.

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”(HR. Muslim no. 1162.)
Itulah jawab Rasulullah saat ditanya kenapa berpuasa di hari Senin. 

Selain memuliakan, aku juga senang memberikan hadiah untuk diri sendiri di hari spesial yaitu hari lahirku. Sejak tahun lalu aku sudah bertekad untuk menghadiahi diri sendiri dengan menghafal Surat Ar Rum dan memurojaah tepat di hari ulang tahunku. Tapi itu masih belum sempurna. Tahun lalu baru bisa menghadiahi ayat 1 sd 40 dan tahun ini ayat 1 sd 55 (yang masih tersendat di ayat 45 sd 55 karena baru dihafal di tanggal 9 Mei dari bakda Isya sampai sekitar jam 2 dini hari). Hikksss.... Masih gagal menggenapkan satu surat ayat 1 sd 60. Begitu buruknya manajemen waktuku. Astaghfirullahal'adzhim.

Selain hadiah hafalan, aku juga menghadiahi diri sendiri berupa Al Quran dan Mukena baru yang aku beli secara online. Al Quran yang aku pilih adalah Al Quran terjemah per kata dengan tujuan untuk lebih memahami arti sekaligus mempertajam pelajaran Bahasa Arab dan juga untuk memudahkan hafalan (ini menurut metode seseorang teman). Al Quran dan Mukena juga sekaligus sebagai hadiah menyambut bulan Ramadhan. Dengan Al Quran dan Mukena baru, semoga semangat terbarukan dalam memaksimalkan berlomba meraih kemuliaan Ramadhan tahun ini.

Itulah kisahku menyambut bulan Ramadhan  tahun ini. Marhaban ya Ramadhan.

Dan ini kenangan menyambut Ramadhan tiga tahun yang lalu. Monggo,

1 Ramadhan 1439, sepulang dari sholat Tarawih di Masjid Sholahudin KPDJP
Marhaban Ya Ramadhan
20 January 2018

Tahun baru, harapan baru,

Alhamdulillah sudah melewati 20 hari di tahun 2018. Lalu, apa yang sudah didapat??? Hemmm... Masih samakah dengan tahun-tahun sebelumnya? Maukah menjadi orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari hari kemaren. Astaghfirullahal'adzhim. Semoga Allah senantiasa membimbingku menjadi orang yang memanfaatkan waktu dengan baik dan mampu menebar manfaat untuk orang lain. Amin

Tampilan baru,

Di tahun 2018 ini mencoba sesuatu yang baru, yeeeyyy tampilan blog baru (hemmmm... Mungkin ga penting bagi sebagian orang) meski belum sempurna mengatur templatenya. Berawal dari bulan Desember (lupa tanggal persisnya) mulai mengurangi aktivitas di dunia media sosial khususnya Facebook dan Instagram dengan meng-uninstall aplikasi tersebut dari smartphone, dan mencoba untuk kembali aktif menulis di blog (yang ini belum terealisasi). Untuk memotivasi kembali menulis (baca: curhat lewat tulisan) di blog salah satunya dengan mengubah tampilan. Semoga akan banyak cerita indah yang tertuang di blog ini...

Karya baru?

Alhamdulillah sudah empat tahun aku bergabung di DJP, tepatnya di tanggal 14 Januari 2018. Dan teringat empat tahun yang lalu, terbersit dalam hatiku saat menandatangani kontrak kerja bersamaan dengan penyerahan ijasah, "Oke, aku akan mengabdi selama ijasahku ditahan." Saat itu yang terpikir aku akan bekerja menjadi pe-en-es selama lima tahun saja. Lalu, kemana selanjutnya??? Beraktivitas dengan sebaik-baiknya karya, semoga.

Griya Arum Collection, Griya Arum Property, Griya Arum Suka Rasa, Taman Griya Arum, Mabrur Tour and Travel.... Semoga brand-brand itu kelak akan menjadi karya yang membawa keberkahan. Amin.

Hobi baru?

Sejak kecil kalau ditanya hobinya apa, jawabnya adalah membaca. Jawaban itu sebenernya karena bingung mau menjawab apa. Jadi yang standar aja. Padahal??? Berapa buku yang dibaca dalam satu bulan??? Hemmm...(Hey, Arum!!!! Lihatlah buku-buku itu, belum tuntas kamu baca!!!)



Hobi lainnya adalah aku suka keterampilan tangan seperti menjahit (tapi dengan tangan), merenda, meronce, menghias dinding kamar. Tapi semua itu sifatnya moody. Kalau lagi rajin. Sekarang dikardusin aja dulu perkakasnya, biar rapi.

Daaaannnn...  di tahun ini aku ingin menumbuhkan hobi baru, menggambar dan mewarnai. Sebenernya dari tahun 2016 udah beli buku Coloring Book for Adult lengkap dengan satu set alat mewarnai. Tapi sampai sekarang buku itu hanya "ternodai"  beberapa halaman saja. Alasan awal karena pensil warnaku diminta sama ponakan, jadilah nasib buku itu tergeletak begitu saja.

Karena sempat berfikir bahwa buku  yang tergeletak itu terlalu berat bagiku yang bakat seninya masih terpendam dalam, akhirnya aku memutuskan membeli buku mewarnai versi lain, Smart and Fun Coloring for Children Animal Series, (hahahaaaa.... Silakan kalau mau tertawa saudara-saudara) lengkap dengan satu set oil pastels 55 colours (wkwkwkwk....) dan juga satu buah buku gambar yang keren abis (saking kerennya sayang buat digambar oleh yang masih amatiran, huhuuuu.. )



Kenapa sih maksain banget kalau emang ga punya bakat nggambar??? Harus, harus dipaksa. Aku akan memaksa (baca: mengoptimalkan) otak kananku yang sepertinya belum bekerja maksimal. Sayang kan potensinya... Karena aku belum tau cara memaksimalkan kerja otak kanan itu seperti apa, jadi sesuatu yang berhubungan dengan seni menurutku itulah cara merangsang kerja otak kanan. Dan yang paling memungkinkan bagiku untuk menstimulasi kerja otak kanan saat ini adalah dengan menggambar (tolong beri tau aku jika ada cara lain yang lebih cucok).

Anggap saja aku ini bergaya surealisme yang beraliran abstraksionisme dalam menggambar (Heeee...) Mau tau hasil karya pertamaku?? Sudah kuhadiahkan kepada adikku yang kemaren berulang tahun di tanggal 11 Januari. Gambar apa tuh? Sebelum menggambar kupejamkan mata, kubayangkan sedang berada di dalam balon udara, melihat langit biru awan putih, disekeliling berterbangan balon udara warna warni, lalu saat menengok kebawah maka aku akan melihat hamparan bunga tulip berwarna merah, pink, ungu dan kuning. Lalu hasil gambarnya? Pasti lebih indah dari imajinasi yang Anda bayangkan saat membacanya tadi (huhuuuu). Lalu, apa komentar adekku saat kuperlihatkan kado ultahnya? Dia masih mengharap kado yang lain. Hemmm... Semoga aku mampu membelikan tiket untukmu, agar bisa menikmati pemandangan itu secara nyata.

Status baru?

May be. Apakah yang mampu mengedit naskah cerita dalam buku yang ditulis dalam lauhul mahfudz? Doa.

Serba-Serbi Awal Tahun 2018
Sudah hampir seminggu, janji itu belum kupenuhi. Sebuah janji: mengirimkan kartu pos yang ditulis anak-anak di Desa Murtirejo, Kebumen yang ditujukan kepada Presiden RI , dengan cara me-mention akun beliau di media sosial.

Kartu pos itu masih tertumpuk diantara dua buku yang (ingin) selesai dibaca di hari libur akhir tahun ini. Masih memilah-milah isi surat mana yang akan diposting di media sosial karena hampir semua isi suratnya memiliki tema yang sama: permintaan.

Oya, surat ini ditulis dalam rangka lomba mengisi liburanku saat pulang ke kampung halaman yang bertepatan dengan liburan sekolah bagi anak-anak disekitaran rumah. Sebuah perlombaan, namun tidak ada yang kalah dan menang, karena semua juara, semua hebat, semua mendapat hadiah, semua bersuka ria.

Karena keterbatasan waktu yang aku miliki (meski di hari libur seperti saat ini), akhirnya aku mengambil beberapa kartu pos yang semoga bisa mewakili isi hati anak-anak di usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas serta ada satu surat dari orang tua yang ikut menulis karena anaknya tidak bisa bergabung saat perlombaan. Dan inilah isi surat tersebut:

1. Silvia Anggun Elviana (siswi Madrasah Ibtidaiyah setara Sekolah Dasar) 
Assalamu'alaikum. Salam hormat kepada Bapak Presiden RI yang saat ini menjabat sebagai pemimpin Indonesia dengan jujur dan adil. Saya minta sepeda baru sama HP. Ibu saya tidak mempunyai uang. Pekerjaan ibu saya buruh. 

2. Tri Murniati (siswi Madrasah Tsanawiyah setara Sekolah Menengah Pertama) 
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam hormat saya ucapkan kepada Bapak Presiden RI yang saat ini menjabat sebagai pemimpin Indonesia dengan jujur dan adil. Semoga Bapak selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT. Dengan datangnya surat ini saya memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo
"Kapan Bapak datang ke kota/desa kami? "
Demikian surat ini saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

3.  Ika Rizqiyani Yuniarsih (siswi Sekolah Menengah Kejuruan) 
Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Salam hormat pada Bapak Presiden RI yang telah banyak berjasa pada negeri ini. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih untuk Bapak. Kedua, saya hanya ingin bercerita pada Bapak. Kalau boleh saya meminta sesuatu, saya ingin mempunyai HP baru karena sudah lebih 3 tahun saya tidak punya HP, Pak. Dan saya ingin sebuah laptop untuk membuat novel karena saya sangat suka menulis cerita dan saya ingin menerbitkannya. 
Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

4. Lutfiah Khaerunisa (ibu rumah tangga dengan pekerjaan sambilan sebagai buruh pabrik genteng) 
Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Salam hormat kepada Bpk. Presiden RI yang saat ini menjabat dan memimpin Indonesia dengan jujur adil dan ma'mur. 
Dengan ini saya sangat minta, mohon kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo saya mau minta permintaan: saya orang tidak mampu minta bantuan uang buat bayar sekolah. Saya ucapkan terima kasih kepada Bpk Presiden RI Joko Widodo atas bantuannya. 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Beberapa kartu pos pilihan


Itulah surat-surat pilihan yang mewakili dari masing-masing jenjang usia. Surat-surat yang lain sebagian besar berisikan permintaan sepeda. Mungkin karena mereka sering melihat di TV, kebaikan Bapak Presiden membagi-bagikan sepeda saat kunjungan ke beberapa daerah sebagai hadiah karena sudah berhasil menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang paling fenomenal : sebutkan jenis-jenis ikan. Mungkin mereka juga melihat tayangan infotainment , seorang artis cantik Raisa yang juga mendapat sepeda dari Presiden RI. Hal inilah yang mungkin memberikan ide bagi mereka ketika diminta menuliskan surat untuk Presiden. Padahal ide awal diadakan lomba ini adalah ingin membangun budaya literasi bagi anak-anak, membiasakan anak untuk lebih banyak membaca, dan menuangkan rasa dengan menuliskannya. Dan itulah perasaan yang ada di dalam hati mereka. Isi surat tersebut sekaligus menggambarkan keadaan ekonomi sebagian besar keluarga di desa kami.

Membaca surat-surat mereka (meskipun ditujukan untuk Bapak Presiden), melihat kegembiraan mereka saat mengikuti lomba, dan adanya permintaan untuk mengadakan kegiatan yang sama di liburan selanjutnya membuatku berpikir ulang saat adanya ajakan teman untuk mengisi liburan dengan travelling ke beberapa destinasi menarik. Tiket pesawat dan kereta, biaya sewa mobil,  menginap di hotel, mencicipi kuliner khas setiap daerah, menjadi sesuatu yang ironis untuk diceritakan dihadapan anak-anak desa. Berlibur dengan berbagi senyuman bersama anak-anak di desaku mungkin akan lebih mengesankan.

Dan pada kesempatan kali ini, melalui blog ini,  saya pun terinspirasi untuk menuliskan surat untuk Bapak Presiden yang isinya juga terinspirasi dari kartu pos di atas: permintaan.

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Bapak Presiden yang saya hormati, jika Bapak akan melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat, khusunya Sorong, sekiranya Bapak mengizinkan saya untuk menumpang Pesawat RI-001. Saya terdorong untuk berkunjung kembali ke Sorong karena adanya pesan singkat yang dikirimkan oleh salah satu siswa di Sorong yang pernah saya ajar ketika saya menjadi relawan pengajar setahun yang lalu. 
Saya juga terpesona oleh video yang Bapak unggah melalui YouTube tentang keindahan alam di Raja Ampat. Sama seperti yang Bapak rasakan, saya pun ingin kembali menikmati pesona "raja-raja" disana. 
Demikian surat dari saya. 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Salam hormat, 
Arum Anggraeni 

Pesan dari Sorong

Surat untuk Presiden RI
Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  Desember 2019 (1)
      • Bunga dan Mawar
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes