Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?". Bunga benar-benar gemar membaca buku. Namun, kini Bunga memiliki komitmen tidak akan membaca beraneka ragam buku seperti biasanya sebelum ia mengkhatamkan kitab TAFSIR Al Quran 30 Juz. MasyaAllah, Tabarakallah
.
Mawar, seorang penggila drakor (drama Korea) . Aktif di media sosial. Berlatar belakang pendidikan IT dengan merampungkan pendidikan S2-nya di Jepang dan saat ini bekerja di perusahaan bergengsi sesuai dengan bidang keilmuannya, Micro****. Terbayang sosok anak milenial sekali bukan? Namun, yang aku tahu saat ini ia me-non-aktifkan akun Instagram-nya, menghapus nomor-nomor telepon di hapenya dan membuat perjanjian dengan diri sendiri sebelum menonton drakor kesukaannya.
.
Kini, Mawar mendedikasikan waktunya untuk Al Quran. Mawar memilih berlama-lama bersama Al Quran agar setiap Sabtu pagi ia mampu menyetorkan berbaris-baris ayat di hadapan gurunya. Mengapa Mawar harus menghapus kontak di hapenya? Karena ia tidak ingin disibukkan dengan melihat whatsapp story teman-temannya dan ia belum mengetahui cara me-non-aktifkan di hape nya yang terlalu pintar dan canggih itu sehingga belum ditemukan tutorial saat bertanya pada laman Google.
.
Eitsss... Tapi katanya nomor-ku tidak termasuk yang dihapus, lohhh... Uhuy, seneng aku tuh... Mawar mengirimkan pesan pribadi untuk-ku melalui whatsapp pada Rabu malam berupa gambar dengan tulisan di pojok kiri atasnya "Tahfihz Motivation (49) - 'kalau yang ini, semoga bisa dijawab oleh Google jika kamu mau bertanya padanya' - dengan menambahkan caption "Probably today is our last day. Semangat" ditambah dengan emoji 'pink love'.
.
Lalu apa perjanjian tidak tertulis yang dilakukan sebelum ia menonton drakor? Murojaah minimal 1 juz. MasyaAllah. Tabarakallah.
.
Bunga dan Mawar, bukan nama sebenarnya, tapi kisahnya benar adanya.
.
Arum. Kalau yang ini nama sebenarnya - tokoh "aku" dalam tulisan ini, yang merasa sangat bersyukur karena Allah mentakdirkan bertemu dan menyaksikan kisah Bunga dan Mawar. Semoga kehadiran Bunga dan Mawar di kehidupanku menjadikan (h)Arum mewangi setiap hari.
.
Sebenarnya aku sudah tidak sabar menanti Sabtu pagi, karena saat itulah kesempatan bertemu dengan sosok Bunga dan Mawar. Tapi aku juga tidak ingin jika hari Jumat ini berlalu dengan cepat. Kenapa? Karena masih ingin berlama-lama melantunkan doa:terutama di penghujung Jumat. Dan satu lagi jawaban klise: target pekanan yang belum terlampaui.
Bunga dan Mawar
.
Mawar, seorang penggila drakor (drama Korea) . Aktif di media sosial. Berlatar belakang pendidikan IT dengan merampungkan pendidikan S2-nya di Jepang dan saat ini bekerja di perusahaan bergengsi sesuai dengan bidang keilmuannya, Micro****. Terbayang sosok anak milenial sekali bukan? Namun, yang aku tahu saat ini ia me-non-aktifkan akun Instagram-nya, menghapus nomor-nomor telepon di hapenya dan membuat perjanjian dengan diri sendiri sebelum menonton drakor kesukaannya.
.
Kini, Mawar mendedikasikan waktunya untuk Al Quran. Mawar memilih berlama-lama bersama Al Quran agar setiap Sabtu pagi ia mampu menyetorkan berbaris-baris ayat di hadapan gurunya. Mengapa Mawar harus menghapus kontak di hapenya? Karena ia tidak ingin disibukkan dengan melihat whatsapp story teman-temannya dan ia belum mengetahui cara me-non-aktifkan di hape nya yang terlalu pintar dan canggih itu sehingga belum ditemukan tutorial saat bertanya pada laman Google.
.
Eitsss... Tapi katanya nomor-ku tidak termasuk yang dihapus, lohhh... Uhuy, seneng aku tuh... Mawar mengirimkan pesan pribadi untuk-ku melalui whatsapp pada Rabu malam berupa gambar dengan tulisan di pojok kiri atasnya "Tahfihz Motivation (49) - 'kalau yang ini, semoga bisa dijawab oleh Google jika kamu mau bertanya padanya' - dengan menambahkan caption "Probably today is our last day. Semangat" ditambah dengan emoji 'pink love'.
.
Lalu apa perjanjian tidak tertulis yang dilakukan sebelum ia menonton drakor? Murojaah minimal 1 juz. MasyaAllah. Tabarakallah.
.
Bunga dan Mawar, bukan nama sebenarnya, tapi kisahnya benar adanya.
.
Arum. Kalau yang ini nama sebenarnya - tokoh "aku" dalam tulisan ini, yang merasa sangat bersyukur karena Allah mentakdirkan bertemu dan menyaksikan kisah Bunga dan Mawar. Semoga kehadiran Bunga dan Mawar di kehidupanku menjadikan (h)Arum mewangi setiap hari.
.
Sebenarnya aku sudah tidak sabar menanti Sabtu pagi, karena saat itulah kesempatan bertemu dengan sosok Bunga dan Mawar. Tapi aku juga tidak ingin jika hari Jumat ini berlalu dengan cepat. Kenapa? Karena masih ingin berlama-lama melantunkan doa:terutama di penghujung Jumat. Dan satu lagi jawaban klise: target pekanan yang belum terlampaui.
![]() |
| Sabtu pagi kala itu. Bunga dan Mawar tidak masuk dalam frame |





