• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Arum's Blog

"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak"-Helvy Tiana Rosa

Tulisan ini akan menjadi tulisan perdana di Tahun 2017 yang menghiasi halaman blog ini, karena ternyata postingan terakhir tertanggal 24 November 2016. Tulisan ini juga akan menjadi istimewa bagi si empunya, karena mulai ditulis bertepatan dengan Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 September. Saat banyak pihak yang merayakan hari tersebut dengan kegiatan-kegiatan menarik seputar literasi seperti bedah buku, talkshow, penambahan jumlah koleksi buku di perpustakaan dll, aku cukup menambah koleksi tulisan di blog sebagai wujud partisipasi dalam mengisi Hari Literasi Internasional tahun ini dan sebagai bentuk dukungan kepada Kemendikbud RI dalam upaya “Membangun Budaya Literasi di Era Digital” sesuai tema  yang diusung di Hari Literasi tahun ini. 

Di postingan kali ini aku ingin menulis seputar kepenulisan yang sebenarnya sebuah pelampiasan karena belum ada ide untuk menulis dalam rangka mengikuti lomba dari sekian banyak list lomba menulis yang dateline-nya bulan September. Selain itu, motivasi mencoba menulis kembali karena diingatkan oleh seorang teman (dia yang menyodorkan list lomba menulis) bahwa bagi kami yang bergolongan darah B, cocok untuk menjadi penulis. Sungguh pernyataan ini sudah membuatku ke-ge-er-an. Benar-benar berharap bisa menjadi penulis hanya karena hasil tes darah semasa SMP menunjukkan bahwa aku bergolongan darah B. Tapi setelah beberapa hari mencoba untuk menggali ide tema penulisan dari lomba yang ditawarkan masih tetap saja nihil, aku pun meragukan perkataannya.

Alih-alih mencari ide cerita untuk menulis, aku malah mencari kebenaran atas informasi tentang profesi yang cocok berdasarkan golongan darah. Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa profesi yang cocok bagi orang yang bergolongan darah B adalah jurnalis, traveller dan seniman. Hasil penelitian justru tertulis jurnalis bukan penulis, karena penulis justru cocok bagi mereka yang bergolongan darah AB. Berikut ini adalah perbedaan definisi dari jurnalis dan penulis berdasarkan https://kbbi.web.id :

jurnalis/jur·na·lis/ n orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dalam surat kabar dan sebagainya; wartawan

penulis /pe·nu·lis /n 1 orang yang menulis; 2 pengarang: ~ naskah; 3 panitera; sekretaris; setia usaha; 4 pelukis; penggambar;~ cepat orang yang menulis dengan huruf steno; ~ tajuk anggota redaksi yang ditugaskan menulis tajuk rencana pada surat kabar atau majalah;

Dari paparan hasil penelitian kecocokan golongan darah dengan profesi dan dari definisi dua kata tersebut, menjadikanku semakin bingung, karena dirasa-rasa aku sangat jauh dari dunia jurnalistik. Atau memang sebaiknya aku menjadi  traveller atau seniman (Jalan-jalan bareng Si Unyil atau Si Bolang sepertinya menyenangkan,  heeee, ini sekedar mimpi di siang bolong atau teman makan siang di kantor saat jam makanku berbeda dengan rekan lainnya. Soalnya kalau menjadi seniman sepertinya masih berupa bakat yang terpendam. Oke mungkin ini bisa menjadi bahan tulisan selanjutnya dalam hal penggalian potensi diri. Heeeee). Berbeda dengan temanku yang jelas-jelas bergolongan darah B (kok seolah-olah jadi meragukan golongan darah sendiri yaaaa), mantan penulis redaksi yang sekarang lebih memilih untuk bekerja di sebuah organisasi sosial, dia baru saja memenangkan lomba menulis berita yang dimuat di Medika, sebuah Jurnal Kedokteran Indonesia. Selain itu dia juga sudah beberapa kali memenangkan lomba menulis. “Selamat ya, Kawan”. Berdasarkan pengalamannya, dia pun akhirnya meng-iya-kan hasil penelitian kecocokan profesi berdasarkan golongan darah karena katanya dia pun masih kesulitan untuk menulis sebuah cerpen, sebab spesialisasinya adalah menulis berita.

Motivasi menulis juga datang dari ungkapan seorang teman yang lain yang menyatakan bahwa dengan menulis bisa mengendalikan emosi, sebuah keterampilan olah jiwa yang sangat dibutuhkan oleh seorang ibu, katanya. Aku sangat tertarik dengan ungkapan yang sangat menginspirasi ini. Aku pun mulai mencari sumbernya, tapi belum menemukan sampai sekarang. Setelah meminta konfirmasi dari temanku, ternyata ungkapan tersebut adalah salah satu hikmah yang dipetik olehnya saat mengikuti kajian parenting bersama Ustadz Bendri Jaisyurrahman yang sangat memotivasinya untuk mulai menulis. Baiklah, aku juga akan belajar menulis supaya lebih bisa mengontrol emosi dan kelak bisa menjadi ibu yang baik.

Sebelum tawaran list lomba menulis dengan dateline bulan September, ada temanku yang lain yang menawariku untuk mengikuti lomba menulis di tempat kerjanya, sebuah stasiun televisi. Penawaran tersebut H-3 penutupan lomba tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2017 dan penutupan lomba pada tanggal 20 Agustus 2017. Aku memaksakan diri untuk mengikuti lomba tersebut dengan tidak memperhatikan lawan-lawanku, yakni para jurnalis di stasiun televisi tersebut karena lomba tersebut sebenarnya diperuntukan bagi para karyawan. Pastilah tulisanku itu sudah kalah jauh dibanding mereka. Temanku yang bekerja di stasiun televisi ini juga bergolongan darah B yang belum menekuni dunia jurnalistik dan mengaku tidak berbakat menulis, tapi suka travelling dan jabatan di kantornya sebagai sekretaris.

Teman-teman yang kuceritakan di atas kecuali si mantan penulis redaksi mengaku belum pernah menulis sebelumnya, tapi tiba-tiba mampu menuliskan sesuatu yang menarik di sebuah lomba upload video di program Sunsilk Holiday. Aku yang tidak pandai bergaya dan tidak ekspresif terlalu minder untuk mengikuti lomba ini. Jadilah aku berkreasi lain dengan menambah caption yang panjang yang semoga menarik saat meng-upload video. Ternyata langkah ini diikuti oleh teman-temanku. Hari ini kami sedang menanti pengumuman pemenang. Masih terus berharap bahwa kamilah orang yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk berlibur ke Korea yang merupakan hadiah dari Sunsilk Holiday, Amin.

Lomba menulis di stasiun televisi dan caption video itulah tulisan yang lumayan agak panjang yang mampu aku tulis di tahun ini. Selebihnya hanya menulis pesan di WhatsApp (heheeee) dan caption di Instagram yang lebih banyak mengutip tulisan orang-orang hebat. Pekerjaan menjadi notulis di kantor pun masih sering dihindari (maafkan saya). Masih harus terus mengasah keterampilan mengolah kata-kata menjadi tulisan yang informatif dan menarik untuk dibaca. Sebagai penyemangat, mari sama-sama membaca pesan seorang penulis, Helvy Tiana Rosa berikut ini:
"Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak". 

Selamat Hari Literasi Internasional, mari kita isi hari-hari ke depan  dengan mencoba menulis dan berkomitmen untuk lebih banyak membaca buku.
Menulis Tulisan
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...
  • Duktek on Vacation, Edisi: Trip to Dieng
    Bermula dari obrolan ringan bersama seorang teman yang sangat ingin menikmati berlibur dengan menggunakan kereta api jarak jauh yang akhirny...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

  • Abdullah Mabruri
  • Kuliah Online

About Me

Foto saya
Arum Anggraeni
Orangnya sederhana aja yang ingin menulis hal-hal yang sederhana juga. Mencoba menulis untuk menyalurkan naluri kewanitaannya yang secara kodrati mampu menghasilkan 20.000 kata perhari. Semoga kata-kata tersebut tidak terbuang percuma, harapannya bisa memberikan manfaat.
Lihat profil lengkapku

Follow Us @arum.anggraeni

Followers

Featured Posts

Menu

  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Services
  • Documentation
  • Download This Template

Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Desember 2019 (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ▼  2017 (3)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ▼  September 2017 (1)
      • Menulis Tulisan
  • ►  2016 (24)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (4)
    • ►  Juli 2016 (2)
    • ►  Juni 2016 (4)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (4)
    • ►  Januari 2016 (2)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November 2015 (3)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (2)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  April 2015 (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juli 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (2)
    • ►  Mei 2014 (2)

THE LIFESTYLE

Find us on Facebook

Pages

  • Beranda

About Me

Popular Posts

  • Bertamu ke Rumah Allah
    Sebelumnya aku pernah bercerita tentang rumahku. Kisahnya bisa dibaca disini . Dan saat ini rumahku sudah bertambah, yakni rumah kos, rumah ...
  • Rumah
    Terlalu banyak rumah untuk kusinggahi. Rumah pertama yang aku kenal adalah rumah simbah, orang tua dari bapak-ku di desa Kesambi, Prupuk, T...
  • Bunga dan Mawar
    Bunga, hobinya membaca buku. Hobinya ini bukan seperti jawaban klise yang biasanya aku tuliskan ketika ada pertanyaan, "Apa hobimu?...

Advertisement

Copyright © 2015 Arum's Blog. Designed by OddThemes