Sebuah Permulaan, Sepenggal Cerita

Senin, 1 Agustus 2016,
Merupakan hari pertama masuk sekolah bagi ponakanku, Shafa Salsabila Ramadhani. Setelah dua tahun menempuh pendidikan usia dini di PAUD Pisang Ambon, kini dia melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni dengan bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK). Begitulah selayaknya dalam menempuh pendidikan. Kita akan melewati jenjang demi jenjang pendidikan. Seperti difirmankan oleh Allah, "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) ~ QS. Al Insyirah : 7. Dan bahwasanya pendidikan itu sepanjang hayat (tarbiyah madal hayah), dari buaian hingga ke liang lahat. 


Kali ini, Shafa, begitu panggilannya, bersekolah di TK Al Hafidz An Naml An Nahl, sebuah taman pendidikan kanak-kanak yang berusaha mencetak generasi penghafal Al Qur'aan. 



Kali ini aku akan berkisah tentang hari pertama Shafa masuk sekolah di sekolah barunya. Di hari itu, dengan penuh semangat, Shafa bangun pagi sebelum subuh, mengalahkan kakak-kakaknya dan langsung mandi, lalu bergegas ikut bapaknya ke mushola untuk sholat Subuh berjamaah. Sepulang dari mushola, tak tau pasti apa yang dilakukannya karena aku sedang mempersiapkan untuk berangkat kerja. Tapi yang pasti dia sudah lebih dulu siap dan rapi untuk pergi ke sekolah yang jaraknya sangat dekat dari rumah dan dengan jadwal masuk sekolah jam tujuh pagi. 



Di hari pertama sekolahnya, orang tuanya pun sudah bersiap untuk mengantarnya ke sekolah untuk mendampingi di sekolah baru, lingkungan baru, dan orang-orang baru. Di waktu yang masih terlalu pagi sudah dipastikan gerbang sekolah TK nya belum dibuka, namun agar tidak menurunkan semangat di hari pertamanya, maka diputuskan untuk tetap berangkat tapi dengan terlebih dahulu mengantarkan kakaknya ke SD N 02 Pasar Minggu dan mengantarku ke halte bus transjakarta SMK 57 terlebih dahulu lalu memutar balik menuju sekolah Shafa yang letaknya dekat dengan rumah. Begitulah hari pertama sekolah Shafa yang disambut dengan semangat. Semoga dengan awal yang baik kedepannya akan lebih baik dalam menjalani pendidikan yang panjang, sepanjang hayat, yang pastinya tidaklah mudah.

"Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya." (Ali bin Abi Thalib)




Sekolah baru, seragam baru, dengan lengan baju dan celana digulung karena kedodoran dan juga kerudung yang harus dikait dengan peniti karena kebesaran tetap mampu menumbuhkan semangat baru dalam menuntut ilmu. Itulah sebuah awal, semoga senantiasa istiqomah dalam menuntut ilmu sehingga mampu memetik manisnya buah menuntut ilmu.

"... Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Mujadalah: 11)

Dan ini adalah salah satu persembahan Shafa setelah satu minggu sekolah...


Share:

0 komentar