Witing Tresna Jalaran Saka Kulina
Saat itu, 24 Desember 2013. Belum
kutangkupkan kedua tanganku ke wajah sebagai tanda penutup doa di waktu
subuh, hp berdering. Setelah berbalas salam terdengar suara orang yang
menelpon di seberang sana "Selamat bergabung di kemenkeu, Mbakyu. Info
selengkapnya lihat di web". Klik. Telpon ditutup. Ah, adikku(yang sudah
lebih dulu masuk kemenkeu) ini bikin penasaran aja di pagi buta. Segera
kulipat mukena, entah tadi doa apa yang terakhir ku ucap. Segera
kunyalakan si putih lepi. Langsung cek ke web rekrutmen.kemenkeu.go.id.
Setelah jelas terpampang namaku sebagai peserta yang lulus
seleksi CPNS Kementerian Keuangan 2013, segera ku ucap "Alhamdulillah".
Tapi, ampuni aku Rabb, saat itu ungkapan syukurku hanya sebuah ungkapan
rasa terima kasih atas karuniamu bahwa Engkau telah mendengar dan
mengabulkan do'a-do'a terbaik dari orang-orang terkasihku. Ya, selama
menjalani seleksi cpns(harapan keluarga besar) yang melalui prosedur yang menantang dan
melelahkan itu, doaku adalah berikan kebahagiaan untuk dua keluargaku di
Kebumen dan di Pasar Minggu. Jika salah satu kebahagiaan itu adalah
dengan diterima nya aku menjadi cpns maka takdirkanlah aku untuk lulus
dalam setiap tahap seleksi. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa setiap
hambaNya. Meski pernah terselip namaku saat pengumuman kelulusan Tes
Kompetensi Dasar (TKD), Allah tidak tidur, Maha Melihat meskipun itu
tersembunyi. Namaku tidak ada di lembaran pengumuman kelulusan. Sempat
kecewa karena nilaiku harusnya memenuhi standar kelulusan tes tersebut.
Aku pun pasrah. Namun akhirnya kebenaran pun terungkap, suatu hari, saat
aku mulai terlelap dalam tidur siangku, telepon rumah berdering. Kakak
sepupuku mengabarkan bahwa ada telepon untukku dari staff Kementerian
Keuangan. Inti dari telepon itu adalah ungkapan maaf dari panitia
Seleksi CPNS Kementerian Keuangan atas kesalahan sistem yang terjadi
saat pengumuman TKD kemaren. Dan staf tersebut mengabarkan bahwa aku
lulus beserta seratusan peserta lainnya yang namanya terselip di
pengumuman. Staf tersebut juga mengundangku untuk mengikuti tes
selanjutnya yaitu psikotes. Sungguh, nikmat mana lagi yang kau dustakan.
Saat ini cinta itu telah bersemi, akan kujaga agar tumbuh dengan baik. Awalnya kecemplung. Sekarang sedang belajar berenang.
Dulu ketika ditanya orang, "Kerja dimana sekarang?". Aku hanya menjawab,
"Gatot Subroto". Dan sekarang jika ada yang bertanya dimana aku
bekerja, akan kujawab dengan bangga, "Di kantor pajak pusat".

0 komentar