Mari Menghafal
Bismillah,
Bertekad untuk memulai menghafal kembali. Awalnya terinspirasi oleh spanduk yang terpampang di depan masjid di daerah Pasar Minggu. Spanduk tersebut menginformasikan pendaftaran hafalan surat pilihan selama bulan Ramadhan. Sayangnya, aku kesulitan menyesuaikan dengan jadwal setoran hafalan yang disediakan. Jadi aku berinisiatif untuk menghafal sendiri saja.
Ramadhan tahun lalu aku juga terinspirasi dari teman untuk menghafal Surat Al Muzzammil. Saat aku tanya kenapa surat tersebut yang dipilih, temanku menjawab bahwa ingin menghafal satu surat (diluar juz 30) selama bulan Ramadhan. Jadi dipilihlah surat yang ayatnya tidak lebih dari 30 ayat karena targetnya one day one ayat.
Dan tahun ini aku memilih sendiri suratnya yaitu Surat Ar Rum. Mengapa Surat Ar Rum. Pertama terinspirasi dari tokoh Maria dalam Novel Ayat-Ayat Cinta. Maria mampu menghafal Surat Maryam meskipun dikisahkan bahwa Maria adalah seorang non Muslim. Dia bangga bahwa namanya ada dalam Al Qur'an. Sebagai muslimah aku pun tak ingin kalah dengan Maria yang non Muslim. Aku pun bangga namaku diambil dari salah satu nama surat dalam Al Qur'an.
Jumlah ayat pada Surat Ar Rum sebanyak 60 ayat. Jadi kalau mengacu pada target one day one ayat, maka surat ini sangat cocok. Mengingat sekarang baru memasuki bulan Sya'ban. Jadi targetnya adalah mengkhatamkan hafalan surat Ar Rum selama bulan Sya'ban dan Ramadhan.
Aku terus berusaha untuk memotivasi diri agar selalu semangat dalam menghafal. Tiba-tiba muncul ide. Cling. Mungkin bisa menambah semangatku. Idenya adalah bahwa aku akan menghadiahkan hafalan Surat Ar Rum untuk suamiku kelak. Jadi, jika istri harus menyerahkan jiwa raganya untuk suami, maka aku akan menambahkan menyerahkan setoran hafalan Surat Ar Rum di malam pertama nanti.
Astaghfirullah,
Teringat akan satu hadist tentang niat. Bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka segera kuperbaharui niat dengan kembali membaca hadist yang menjadi energi baru dalam menghafal:
Dari Buraidah, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR Abu Daud)
Semoga selalu diberi kemudahan dalam menghafal dan mengamalkannya.
Semangat Menghafal...

0 komentar