Marhaban Ya Ramadhan
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah atas nikmat dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Semoga Allah mudahkan kita untuk memaksimalkan ibadah di bulan penuh keberkahan dan semoga Allah jadikan kita orang-orang yang bertakwa. Amin.
Bahagia rasanya bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, selain karena kemuliaan yang sudah dijanjikan oleh Allah, bagiku Ramadhan punya arti khusus. Aku terlahir di bulan Ramadhan tepatnya tanggal 23 Ramadhan, atau menurut kalender Masehi saat itu tanggal 10 Mei. Dan aku selalu berusaha untuk memuliakan hari lahirku sebagaimana Rasul juga memuliakan hari lahirnya dengan berpuasa.
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”(HR. Muslim no. 1162.)
Itulah jawab Rasulullah saat ditanya kenapa berpuasa di hari Senin.
Selain memuliakan, aku juga senang memberikan hadiah untuk diri sendiri di hari spesial yaitu hari lahirku. Sejak tahun lalu aku sudah bertekad untuk menghadiahi diri sendiri dengan menghafal Surat Ar Rum dan memurojaah tepat di hari ulang tahunku. Tapi itu masih belum sempurna. Tahun lalu baru bisa menghadiahi ayat 1 sd 40 dan tahun ini ayat 1 sd 55 (yang masih tersendat di ayat 45 sd 55 karena baru dihafal di tanggal 9 Mei dari bakda Isya sampai sekitar jam 2 dini hari). Hikksss.... Masih gagal menggenapkan satu surat ayat 1 sd 60. Begitu buruknya manajemen waktuku. Astaghfirullahal'adzhim.
Selain hadiah hafalan, aku juga menghadiahi diri sendiri berupa Al Quran dan Mukena baru yang aku beli secara online. Al Quran yang aku pilih adalah Al Quran terjemah per kata dengan tujuan untuk lebih memahami arti sekaligus mempertajam pelajaran Bahasa Arab dan juga untuk memudahkan hafalan (ini menurut metode seseorang teman). Al Quran dan Mukena juga sekaligus sebagai hadiah menyambut bulan Ramadhan. Dengan Al Quran dan Mukena baru, semoga semangat terbarukan dalam memaksimalkan berlomba meraih kemuliaan Ramadhan tahun ini.
Itulah kisahku menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Marhaban ya Ramadhan.
Dan ini kenangan menyambut Ramadhan tiga tahun yang lalu. Monggo,
1 Ramadhan 1439, sepulang dari sholat Tarawih di Masjid Sholahudin KPDJP

0 komentar