Semarak Tujuhbelas Agustus
Salah satu tradisi di Indonesia saat merayakan HUT RI, yakni dengan mengadakan berbagai perlombaan. Tahun ini tanggal 17 Agustus jatuh pada hari Senin. Jadi lumayan bisa menikmati libur panjang. Dan "tujuhbelasan" tahun ini akan akan aku rayakan di Kebumen. Tradisi di desaku sendiri biasanya adalah upacara bendera di lapangan olahraga desa. Upacara ini merupakan gabungan dari warga sekolah dasar dan warga madrasah ibtidaiyah beserta para pamong desa. Setelah upacara biasanya dilanjutkan dengan pawai keliling desa dan perayaan beberapa perlombaan.
Minggu, 16 Agustus 2015 merupakan hari pertamaku di rumah. Seperti biasa adikku selalu menanyakan agenda apa yang akan dilaksanakan untuk menghabiskan liburan di rumah. Dan saat itu muncul ide untuk mengadakan perlombaan di halaman rumah untuk para ponakan dan anak-anak tetangga sekitar. Ide itu baru muncul sekitar jam 9 pagi. Setelah itu, kami segera membuat konsep acara. Setelah disepakati, perlombaan akan dimulai sekitar pukul 11 siang. Jadilah kami langsung meluncur ke Rita Pasaraya untuk membeli perlengkapan lomba beserta hadiahnya.
Acara belanja ternyata memakan waktu yang tidak sedikit. Meleset dari jadwal yang ditentukan. Akhirnya perlombaan dimulai sekitar pukul 11.30. Sebelumnya kami hanya mendata ponakan dan anak-anak tetangga dekat sekitar 16 anak. Ternyata anak-anak yang jauh pun berantusias mengikuti perlombaan. Total peserta sebanyak 23 anak. Kewalahan menghandle peserta sebanyak itu, akhirnya kami meminta bantuan kepada ponakan yang sudah duduk di bangku SMA untuk menjadi panitia kecil. Ya, itung-itung supaya mereka belajar mengorganisir.
Karena suasana yang sudah gaduh, perlombaan pun segera dimulai. Lomba pertama yang diadakan adalah lomba mewarnai. Setelah semua peserta dibagikan kertas gambar dan disediakan crayon serta pensil warna, mereka pun langsung mengekspresikan jiwa seninya. Suasana lumayan tenang, mereka bener-bener fokus mewarnai, berlomba untuk mendapatkan karya terbaik untuk memperebutkan juara.
Lomba yang kedua adalah lomba merangkai puzzle. Perlombaan yang kami adakan memang bertema edukatif. Berbeda dari lomba yang sudah khas tujuhbelasan. Merangkai puzzle mampu merangsang kognitif dan melatih pola pikir anak. Meskipun kecil, semoga mampu berpartisipasi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Dalam perlombaan puzzle ini dilakukan oleh tim. Awalnya karena keterbatasan puzzle yang disediakan panitia. Akhirnya perlombaan ini kami desain supaya anak belajar berkelompok, bekerja sama dan saling berkoordinasi. Disini panitia berperan dalam pembagian kelompok. Peserta dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok anak besar dan kelompok anak kecil. Kelompok anak besar merupakan kelompok anak kelas 3,4,5 dan 6. Sedangkan kelompok anak kecil adalah mulai dari PAUD sampai kelas 2 SD. Masing-masing kelompok dibagi dalam 2 tim yang akan saling bersaing.
Lomba sekanjutnya adalah lomba merangkai huruf untuk kelompok anak besar dan lomba meniup balon untuk kelompok anak kecil. Kedua lomba ini juga merupakan lomba antar tim. Aturan main lomba merangkai huruf adalah sebagai berikut.. Setiap tim akan mendapatkan soal dari panitia. Masing-masing tim akan berbagi tugas. Ada yang bertugas sebagai pemegang kertas karton yang akan dijadikan tempat untuk menempelkan huruf. Ada yang bertugas menjawab pertanyaan. Cara menjawab pertanyaan nya adalah dengan memgambil potongan-potongan huruf yang sudah diacak, jika sudah ditemukan satu huruf yang dicari untuk merangkai jawaban, peserta akan lari ke arah kertas karton. Hal ini dilakukan secara estafet antar anggota tim satu demi satu huruf.
Lomba meniup balon bagi kelompok anak kecil pun tak kalah seru. Setiap tim mendapatkan 10 balon yang akan ditiup oleh masing-masing anggota tim. Tim yang tercepat dan terbanyak serta ukuran yang lebih besarlah yang akan menjadi pemenang.
Lomba selanjutnya adalah lomba menghias tongkat bendera. Persyaratan lomba ini adalah peserta wajib membawa sendiri tongkatnya. Panitia hanya menyediakan hiasan dari kertas krep dan perlengkapan lain seperti lem dan gunting sebagai sarana menghias tongkat tersebut. Tongkat bendera tersebuta yang nantinya akan digunakan dalam acara pawai keliling desa.
Lomba menghias tongkat bendera adalah lomba terakhir. Sambil menunggu tim juri menentukan juara, peserta diminta untuk menuliskan nama beserta cita-citanya dalam sebuah kertas. Dan kertas-kertas tersebut akan ditempelkan dalam pphon harapan.
Setelah timjuri selesai menilai, maka segera diumumkan para juaranya. Dan semua peserta adalab juara, semuanya hebat. Namun, pasti ada diantara peserta yang berkarya lebih baik, dan panitia pun mengapresiasi lebih. Jadi pesanku untuk semua peserta, tetep semangat untuk menjadi lebih baik.
Demikianlah rangkaian acara perlombaan dalam rangka merarayakan HUT RI ke 70. Semoga apa yang sudah dilakukan bisa menambah wawasan adik-adik, menumbuhkan jiwa patriotis yang penuh semangat dalam meraih cita-cita. Dan semoga kegiatan semacam ini akan terus berlanjut sebagai upaya membangun desa. Meskipun, saat ini aku hidip di tanah rantau, namun aku akan berusaha untuk memajukan desaku dengan caraku yang aku mampu. Semoga selalu bisa berbagi senyuman dalam setiap pertemuan di kampung halaman.
Ini caraku merayakan kemerdekaan. Kalau kamu???
Salam,
17 Agustus 2015, dalam Kereta Sawunggalih Malam menuju Jakarta.
Acara belanja ternyata memakan waktu yang tidak sedikit. Meleset dari jadwal yang ditentukan. Akhirnya perlombaan dimulai sekitar pukul 11.30. Sebelumnya kami hanya mendata ponakan dan anak-anak tetangga dekat sekitar 16 anak. Ternyata anak-anak yang jauh pun berantusias mengikuti perlombaan. Total peserta sebanyak 23 anak. Kewalahan menghandle peserta sebanyak itu, akhirnya kami meminta bantuan kepada ponakan yang sudah duduk di bangku SMA untuk menjadi panitia kecil. Ya, itung-itung supaya mereka belajar mengorganisir.
![]() |
| Panitia sedang menyiapkan perlengkapan lomba. |
![]() |
| Suasana lomba meearnai. |
![]() |
| 4 Tim sedang bekerja sama merangkai puzzle. |
![]() |
| Lomba merangkai huruf. |
Lomba selanjutnya adalah lomba menghias tongkat bendera. Persyaratan lomba ini adalah peserta wajib membawa sendiri tongkatnya. Panitia hanya menyediakan hiasan dari kertas krep dan perlengkapan lain seperti lem dan gunting sebagai sarana menghias tongkat tersebut. Tongkat bendera tersebuta yang nantinya akan digunakan dalam acara pawai keliling desa.
Setelah timjuri selesai menilai, maka segera diumumkan para juaranya. Dan semua peserta adalab juara, semuanya hebat. Namun, pasti ada diantara peserta yang berkarya lebih baik, dan panitia pun mengapresiasi lebih. Jadi pesanku untuk semua peserta, tetep semangat untuk menjadi lebih baik.
Demikianlah rangkaian acara perlombaan dalam rangka merarayakan HUT RI ke 70. Semoga apa yang sudah dilakukan bisa menambah wawasan adik-adik, menumbuhkan jiwa patriotis yang penuh semangat dalam meraih cita-cita. Dan semoga kegiatan semacam ini akan terus berlanjut sebagai upaya membangun desa. Meskipun, saat ini aku hidip di tanah rantau, namun aku akan berusaha untuk memajukan desaku dengan caraku yang aku mampu. Semoga selalu bisa berbagi senyuman dalam setiap pertemuan di kampung halaman.
Ini caraku merayakan kemerdekaan. Kalau kamu???
Salam,
17 Agustus 2015, dalam Kereta Sawunggalih Malam menuju Jakarta.









0 komentar