Investasi Masa Depan
Mungkin judulnya terlalu lebay....
Berawal dari kisah inspiratif seorang kakek yang menabung di celengan bambu bertahun-tahun yang akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama istrinya, jadilah aku menyengaja pergi ke supermarket hanya untuk membeli dua buah celengan.
Berawal dari kisah inspiratif seorang kakek yang menabung di celengan bambu bertahun-tahun yang akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama istrinya, jadilah aku menyengaja pergi ke supermarket hanya untuk membeli dua buah celengan.
![]() |
| Si Pinky dan si Ijong |
Si Pinky aku tempatkan di kamar dan si Ijong aku simpan di laci meja kantor. Karena waktuku lebih banyak dihabiskan di dua tempat tersebut. Dengan begitu diharapkan membiasakan menabung tidak akan terlewat setiap harinya.
![]() |
| Si Ijong bersanding dengan laporan penerimaan negara |
Kegiatanku di pagi hari "memberi makan" si Ijong, ternyata mendapat perhatian dari rekan kerja dan katanya sih jadi pengin ikutan beli celengan. Selamat menabung, kawan...
Karena niat awal untuk mendisiplinkan diri menyisihkan "uang jajan" dan baru tahap belajar konsisten, jadi aku pilih si Pinky dan si Ijong yang memiliki tubuh imut. Ternyata, karena lagi semangat-semangatnya dan kebetulan mendapat dukungan juga dari teman-teman, ternyata dalam waktu dua minggu, si Pinky sudah mulai sesak dengan lembaran-lembaran rupiah. Jadilah terpikirkan untuk membeli celengan dengan ukuran yang lebih besar. Namun, dikarenakan konsep menabung adalah bagian dari hidup hemat, jadi kuurungkan niat untuk membeli celengan baru. Dan supaya semangat mendisiplinkan diri tidak luntur, aku pun bertekad untuk memiliki celengan baru yakni dengan cara membuat sendiri celengan kardus dengan bahan baku kardus snack rapat. Heeee...
![]() |
| Celengan dari kardus snack dengan sedikit polesan. |
![]() |
| Kardus Snack sebagai bahan baku celengan |
Melemahnya nilai tukar rupiah juga menjadi dasar tidak disarankannya berinvestasi dalam bentuk rupiah, namun apapun itu, aku tetap cinta rupiah (karena ga ada yang lain. Hihiiii)
Intinya celengan sebagai sarana pembelajaran kedisiplinan dan menumbuhkan budaya menabung. Tabungan untuk masa depan. Dan tabungan yang sesungguhnya adalah tabungan untuk akhirat dengan menyisihkan harta untuk membayar zakat, infak dan shadakoh.
Selain menyisihkan uang untuk ditabung dalam celengan, aku juga berusaha untuk menabung amal kebaikan (semoga dicatat oleh Allah sebagai amal baik) dengan menyisihkan waktu untuk anak-anak yang membutuhkan teman belajar.
![]() |
| Menyisihkan waktu istirahat untuk sekedar menemani mereka belajar. |
![]() |
| Menyisihkan waktu di hari libur untuk mengajak shalat berjamaah dan tilawah di masjid. |
Bang bing bung yoook kita nabung
Tang ting tung, hey jangan dihitung
Tau tau kita nanyi dapat untung
...







0 komentar