Semangat Baru Menyambut Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan

Teringat sebuah hadist:
“Barangsiapa yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allah mengharamkan jasadnya dari neraka” (Al Hadist)

Beberapa ulama mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hadist palsu. Namun demikian tidak berarti seorang muslim tidak dianjurkan bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, bahkan sudah sepatutnya Ramadhan yang merupakan keutamaan dan rahmat yang Allah datangkan kepada kita disambut dengan kesyukuran dan penuh suka cita yang dibuktikan dengan memperbanyak amal sholeh di dalamnya. Allah Azza wa Jalla berfirman (artinya), Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus ayat 58).

Dan ini kisahku menyambut datangnya bulan penuh berkah itu,

Berawal dari maraknya penjualan mukena berbahan katun Jepang yang ditawarkan teman-teman. Aku pun berkeinginan untuk memilikinya. Namun, ternyata harganya lumayan mahal. (Padahal untuk ibadah, masih saja perhitungan). Sebelum membeli, sempet browsing dulu untuk menentukan model seperti apa yang akan dibeli sekaligus survey harga. Di saat-saat pencarian itu, muncul lagi ide baru yang lebih waw dari rekan kerja sebut saja Mba Eka, yang memiliki ide membuat mukena sendiri. Ide itu muncul karena Mba Eka baru saja membeli mesin jahit dan merencanakan produk pertamanya adalah mukena. Ide dari Mba Eka sangat menginspirasi, tapi aku kan tidak ada mesin jahit di rumah. Hemmmm,,,. Namun, aku tidak kehilangan akal, aku akan tetep membuat mukena sendiri dengan cara jahit tangan. Sempet ragu juga, apa sanggup??? Akhirnya dengan motivasi dari diri sendiri, bahwa mukena itu akan aku pakai di malam pertama Ramadhan, maka aku pun bertekad untuk menjahit dengan tangan, sebagai hadiah di bulan Ramadhan tahun ini.

Bahan untuk atasan (katun Jepang motif bunga) di dapat dengan berbelanja online di Akibo Shop. Harga Rp 33.000 per meter. Untuk atasan saya membutuhkan 2 meter.
Ukuran bahan 1m X 1,15m.
Bahan Katun Jepang Motif Bunga

Untuk membuat pola atasan, saya menggunakan teknik menjiplak mukena yang sudah jadi.
Membuat Pola Atasan
Dan ternyata sangat-sangat diperlukan ketekunan dan ketelitian plus kesabaran dalam menjahit dengan tangan.

Menjahit dengan tangan


Bahan (untuk bawahan) akhirnya beli sendiri ke Pasar Minggu, karena awalnya sempat terjadi salah kirim bahan dari pihak Akibo Shop, jadi terpaksa harus me-matching-kan warna. Bahan katun Jepang polos dengan ukuran 1m X 1,5m dengan harga Rp 40.000. Dan saya membeli 2 meter.

Bahan pendukungnya adalah renda (Rp 5.000,-/meter) dan benang.


Kalau dihitung-hitung sih, modalnya hampir sama jika kita membeli mukena jadi. Tapi, kalau buatan sendiri terasa lebih ”istimewa”. Dan inilah hasil karya nya......



Alhamdulillah mukena baru, semoga menambah semangat baru dalam beribadah. Amiin
Terima kasih Mba Eka atas inspirasinya. Terima kasih Ibu Tatiana atas tutorial menjahitnya.

Share:

0 komentar